Breaking News:

Jaksa Rekomendasi Kepala Puskesmas di Bintan Diganti Semua, Buntut Korupsi Insentif Nakes

Kajari Bintan I Wayan Riana sebut, para kepala puskesmas dan pejabat mengakui perbuatannya menyalahi aturan dalam pengajuan insentif nakes covid-19

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Jaksa Rekomendasi Kepala Puskesmas di Bintan Diganti Semua, Buntut Korupsi Insentif Nakes. Foto Kepala Kejaksaan Negeri Bintan I Wayan Riana 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan merekomendasikan ke pemerintah daerah, agar kepala puskesmas se-Bintan diganti dengan pejabat baru.

Hal ini merujuk kasus korupsi dana insentif nakes yang saat ini tengah ditangani Kejari Bintan terhadap seluruh Puskesmas di Bintan.

Apalagi baru-baru ini ada 14 kepala puskesmas (kapus) yang mengembalikan uang kerugian negara atas kasus tersebut.

Tak cuma itu, kapus dan pejabat puskesmas itu juga mengakui perbuatannya telah menyalahi peraturan dalam pengajuan insentif nakes di masa pandemi Covid-19.

"Maka dari itu kita akan merekomendasikan kepada pemerintah daerah, agar kapus-kapus diganti dengan pejabat yang baru. Hal ini kita lakukan karena para kapus telah mengakui kesalahannya," kata Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana, Rabu (5/1/2022).

Ia melanjutkan, total ada sebanyak Rp 504 juta uang negara yang telah dikembalikan 14 puskesmas yang ada di Bintan.

"Jumlah tersebut masih terus bertambah seiring verifikasi yang dilakukan penyidik Kejari Bintan," terangnya.

I Wayan menambahkan, perkembangan dari pengembalian kerugian negara oleh masing-masing puskesmas, didapati pengembalian uang tidak sesuai dengan kerugian negara yang timbul.

Baca juga: Kepala Puskesmas Sei Lekop Dicekal ke Luar Negeri, Ini Kata Kepala Kejari Bintan

Baca juga: Dua Puskesmas di Bintan Masuk Radar Kejari, Terkait Dugaan Korupsi Insentif Nakes

Seperti di Puskesmas Teluk Sasah. Setelah dilakukan verifikasi bersama terhadap dokumen-dokumen terkait dengan pengajuan insentif nakes, ternyata kerugian negara yang terjadi sebesar Rp 130 juta.

Sedangkan saat perhitungan, pihak Puskesmas Teluk Sasah hanya mengembalikan Rp 50 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved