5 Negara 'Sarang' Varian Omicron, dari Amerika Serikat hingga India
Belum usai Delta meluluhlantakkan dunia kini varian Omicron muncul dan membuat heboh banyak negara. Varian ini pertama dilaporkan di Afrika Selatan
TRIBUNBATAM.id - Tahun 2022 telah datang namun Covid-19 belum juga hilang sejak muncul akhir 2019.
Entah berapa banyak kerusakan yang ditimbulkannya dan entah berapa banyak nyawa melayang karenanya.
Data Worldometers menunjukkan sejak pandemi Covid-19 berlangsung, kasus infeksi secara global yang dilaporkan sebanyak 300.863.853 kasus, dengan 257.558.656 kasus sembuh dan 5.490.087 meninggal dunia.
Covid-19 kian berbahaya menyusul bermutasinya virus tersebut dan menyerang manusia di penjuru dunia.
Belum usai Delta meluluhlantakkan dunia, kini varian Omicron muncul dan membuat heboh banyak negara.
Varian Omicron yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan dan telah menyebar di negara-negara lain.
Penyebarannya menyebabkan gelombang infeksi baru seperti di Turki, Australia, Singapura dan lain-lain.
Baca juga: Omicron Bukan Penyakit Ringan, WHO Sebut Varian Ini Juga Bisa Membunuh Manusia
Baca juga: Melonjak 5 Kali Lipat, Kasus Harian Covid-19 Omicron di India Capai 117.100 Orang
Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima negara pusat varian Covid-19 Omicron terbaru:
Turki
Pada Kamis (6/1/2022), Turki mencatat 68.413 kasus baru di tengah melonjaknya kasus infeksi yang disebabkan varian Omicron.
Melansir Reuters, kasus Omicron di Turki meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu sepekan dan varian Omicron menjadi strain dominan di negara tersebut.
Pemerintah belum mengambil langkah pembatasan baru, tapi mendesak warganya segera mendapatkan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan.
Kendati demikian, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menegaskan tak ada kenaikan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan dalam tingkat rawat inap di rumah sakit.
Masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun dan menghindari tempat-tempat ramai, lokasi tanpa ventilasi, dan pertemuan-pertemuan yang melibatkan orang banyak.
Selain itu, Turki memperbarui masa karantina untuk kasus positif selama 7 hari.
Baca juga: List of Countries Prohibited from Entering Indonesia related to Omicron
Baca juga: Jakarta getting Worse! Omicron Patients Now Reach 252 People
Amerika Serikat
Varian Omicron menjadi strain paling menular dan menyumbang sekitar 59 persen dari kasus Covid-19 di Amerika Serikat menjelang akhir tahun lalu.
AS masih menjadi negara yang melaporkan kasus infeksi harian tertinggi di dunia, dengan tercatat 751.512 kasus terjadi pada Kamis (6/1/2022), yang mana kasus Omicron mulai mendominasi infeksi Covid-19 di negara ini.
Diwartakan Forbes, 4 Januari 2022, hampir seluruh kasus baru Covid-19 di AS pekan lalu terkait dengan varian Omicron.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan, varian virus corona ini sangat mudah menular dan memicu lonjakan baru secara nasional.
CDC memperkirakan, vairan Omicron atau B.1.1.529 terdeteksi pada sekitar 95,4 persen dari semua kasus baru pada 26 Desember 2021-1 Januari 2022. Varian Omicon merupakan mayoritas kasus di setiap wilayah AS, dengan presentase kasus tertinggi terjadi di New York dan New Jersey.
Baca juga: 5 Gejala dan Cara Mencegah Tertular Covid-19 Omicron, 2 Masker Ini Efektif Halau Virus Omicron
Baca juga: Singapura Klaim Kondisi Covid-19 Tetap Stabil Meski Kasus Omicron Terus Bertambah
Singapura
Gelombang baru infeksi Omicron telah menyebabkan lonjakan kasus di Singapura.
Pada Rabu (5/1/2022), Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, varian Omicron menyumbang hampir 20 persen dari kasus lokal.
Melansir CNA, direktur layanan medis Kementerian Kesehatan Kenneth Mak menuturkan, dalam skenario terburuk, infeksi Covid-19 di Singapura dapat mencapai 15.000 sehari.
Adapun jumlah harian kasus baru telah melonjak sejak 3 Januari lalu mencapai 813 kasus pada 5 Januari 2022, dengan 365 kasus di antaranya merupakan kasus Omicron.
Baca juga: Seorang Warga Surabaya Positif Covid-19 Varian Omicron Sepulang Liburan ke Bali
Baca juga: LEDAKAN Kasus Omicron Lumpuhkan Sejumlah Bandara Besar, Dunia Terancam Gelombang Baru Pandemi?
India
India melaporkan 1.17.100 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Jumat (7/1/2022).
Beban kasus negara mencakup 3.007 kasus varian Omicron, dengan sebanyak 1.199 orang telah pulih.
Menurut Indianexpress, kasus terkonfirmasi positif Omicro yang dilaporkan di Delhi tidak ada yang membutuhkan oksigen tambahan atau ventilator, atau masuk ICU.
Sebagaimana dikutip dari kompas.com, berdasarkan data yang dihimpun, sejauh ini belum ada kasus kematian akibat Omicron.
Baca juga: Singapura Laporkan Ratusan Infeksi Varian Omicron Baru, Mayoritas Kasus Impor
Baca juga: Waspadai Omicron, Batam Perketat Prokes di Tempat Ibadah
Australia
Australia melaporkan rekor 47.816 kasus baru Covid-19 pada 3 Januari 2022, saat varian Omicron yang sangat menular menyebar dengan cepat.
Selain itu, sejak awal pandemi dilaporkan rawat inap tertinggi sebanyak 2.682 kasus.
Meningkatnya kasus secara signifikan membebani tempat pengujian negara ini, menyebabkan kurangnya stok dan waktu tunggu yang lama untuk hasil.
Negara ini telah melaporkan kematian pertama kasus Omicron pada 27 Desember 2021.
Kematian yang terjadi merupakan seorang pria berusia sekitar 80 tahun dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya atau komorbid.
Disebutkan bahwa pria ini tertular virus di fasilitas perawatan lanjut usia dan meninggal di rumah sakit Sydney.
Sejauh ini, pihak berwenang tidak memberikan rincian tambahan mengenai kematian kasus Omicron di Australia tersebut.
Baca juga: Gara-gara Omicron, Amerika Serikat Batalkan 800 Penerbangan Selama Musim Nataru
Baca juga: OMICRON Mulai Masuk Indonesia, Belum Ditemukan di Kepri, Varian Delta Masih Mendominasi
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/varian-baru-virus-covid-19-omicron.jpg)