INFO CUACA
Info Cuaca Besok Pelabuhan Batu Ampar Batam, BMKG Minta Waspada Kondisi Ini!
BMKG memberi atensi cuaca di Pelabuhan Batu Ampar Batam dan sekitarnya. Ini berlaku untuk Rabu (19/1/2022) besok.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi perhatian pada Pelabuhan Batu Ampar Batam.
Warga sekitar pun diminta mewaspadai prakiraan cuaca besok ini.
Wilayah pesisir Batam, khususnya di sekitar Pelabuhan Batu Ampar akan terjadi pasang laut maksimum mulai Rabu (19/1/2022) mulai dari pukul 07.00WIB.
Kondisi ini berlaku hingga 20 Januari 2022 hingga pukul 07.00WIB.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan pasang maksimum akan terjadi dari pukul 07.00WIB sampai dengan pukul 11.00WIB dengan ketinggian 2,9 meter.
Sementara arah kecepatan angin diperkirakan 5 sampai 18 knots.
Baca juga: Langganan Banjir Rob, Akses ke Rumah Warga di Pasar Baru Tanjungpinang Tergenang Air
Baca juga: BP Batam Ungkap Kondisi Pemindai Kontainer Pelabuhan Batu Ampar, Sudah Tak Efisien Lagi
"Ini akan sangat membahayakan, bagi masyarakat yang ada di pinggir laut dan juga bantaran sungai," ungkapnya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (18/1/2022).
Dengan adanya fenomena tersebut, kata Suratman, masyarakat di sekitar pesisir, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang laut maksimum, seperti adanya genangan.
Sementara untuk cuaca, Suratman mengatakan Kota Batam, cenderung dan bisa mengakibatkan turun hujan dengan intensitas ringan.
"Kami harapkan warga tetap waspada, jika tidak memungkinkan bisa mengungsi," kata Suratman.
DAMPAKNYA Bagi Warga Kepri
Fenomena banjir rob sebelumnya terjadi pada sejumlah daerah di Provinsi Kepri.
Selain di Kabupaten Lingga, banjir rob diketahui juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas bahkan ibu kota Kepri Tanjungpinang.
Banjir rob terjadi karena naiknya muka air laut.
Baca juga: Penumpang Kapal Pelni KM Kelud Keluhkan Bus Pelabuhan Batu Ampar, Puncak Arus Balik Nataru
Baca juga: WARNING BMKG! Banjir Rob Diprediksi Bakal Landa Wilayah di Kepri Ini
Hal ini juga terjadi dengan adanya proses tinggi muka air laut yang sangat ekstrim di sepanjang garis pantai di suatu daerah kepulauan/pesisir.
Dengan didorong beberapa faktor termasuk peningkatan muka air laut rata-rata lokal dan tingkat pasang surut.
Terjadinya peristiwa gelombang badai, penurunan muka air tanah dan perubahan morfologi pantai.
Perubahan morfologi pantai ini juga bisa disebut terjadinya perpindahan sedimen.
Adanya terjadi sedimentasi dan abrasi, dimana abrasi terjadi permukaan laut mendapatkan tekanan angin, maka akan menimbulkan tinggi gelombang hingga terbentuk arus permukaan laut apabila tinggi gelombang besar.
Maka kecepatan arus berubah menjadi besar sehingga terbentuk longshore current yang kuat yang dapat menimbulkan abrasi di pantai.
"Perubahan atau naiknya muka air laut juga terjadi disebabkan dengan salah satu faktor adalah perubahan iklim secara global," ujar Ketua program studi teknik geomatika, Muhammad Zainuddin Lubis, S.I.K., M.Si, Kamis (9/12/2021).
Baca juga: 2 Kali Gempa Guncang Banten, BMKG Data Sementara Kerusakan, Pasien RS Berhamburan Keluar
Baca juga: Banjir Rob Ancam Permukiman Karimun, Polisi Minta Warga Waspada
Ia melanjutkan terjadinya proses peningkatan muka air laut dan curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan volume limpasan yang besar dapat menyebabkan banjir sesaat di daerah pesisir dataran rendah.
Seperti yang terjadi pada daerah Batam- Kepulauan Riau dalam waktu Desember 2021.
"Dampak yang terjadi dari efek ROB ada beberapa. Diantaranya dampak terhadap tanaman, rusaknya ekosistem laut, penghasilan masyarakat pesisir," tuturnya.
Diakuinya dampak terhadap tanaman yaitu akan terjadinya perubahan musim yang akan merubah pola cuaca di daerah kepulauan sehingga menjadi tidak menentu dan ekstrem.
Kegiatan ini juga dapat menyebabkan gagal panen.
Hal ini akan berakibat negatif pada industri makanan yang ada di daerah Batam dan seluruh Kepulauan Riau (Kepri).
Sementara rusaknya ekosistem laut yaitu dengan efek ROB yang bisa disebabkan juga oleh pemanasan global, juga dapat menyebabkan ekosistem hayati laut akan terpengaruh.
Baca juga: BMKG Weather Forecast: Parts of Greater Jakarta Experience Thunderstorms in The afternoon to Evening
Baca juga: Info Cuaca Kepri Besok, BMKG Minta 2 Daerah Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Contohnya adalah terumbu karang yang dapat terpengaruh bisa menyebabkan stress pada biota asosiasi dan terumbu karang.
Sehingga seluruh ekosistem yang berkembang menjadi usang, akan menyebabkan efek penurunan sektor perikanan.
"Hal ini juga tidak terlepas akan memberikan efek kepada lahan perikanan dalam tambak ikan, udang yang ada di lokasi tersebut," ujarnya.
Zainuddin mengatakan banjir ROB yang terjadi akan mengikuti musim penghujan waktu intensitas hujan yang biasa terdapat pada lokasi geografis Indonesia akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.
Banjir Rob akan secara linear mengikuti kurun waktu dari musim penghujan yang terjadi di Indonesia.
Hal ini juga nanti akan mengikuti perubahan musim peralihan I ke musim peralihan II.
"Adanya pergerakan angin berasal dari barat laut ke tenggara, mencapai puncaknya pada bulan Desember hingga Februari, yang biasa disebut dengan Musim Barat, dan bisa dikatakan setelah efek La-Nina selesai," katanya.
Penghasilan masyarakat pesisir dengan adanya cuaca saat ini, dan dengan adanya banjir rob.
Sehingga para nelayan tidak dapat melaut dengan mengikuti target dan frekuensi melaut seperti sebelumnya.
Baca juga: WARNING BMKG! Warga Lingga Diminta Waspadai Potensi Banjir Besok 3 Januari 2022
Baca juga: Info Cuaca Batam dan Kepri Minggu, 2 Januari 2022, BMKG: Masih Berpotensi Hujan
Hal ini akan mengakibatkan lemahnya sektor perikanan dan juga produksi perikanan.
Cuaca ekstrem tidak memperbolehkan nelayan melaut kea rah laut lepas, sehingga penangkapan ikan dengan ukuran besar tidak akan bisa dilakukan.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap estimasi waktu dalam kurun waktu sampai Februari 2022.
Dengan selalu memperhatikan karakteristik perubahan iklim yaitu dengan pendekatan arah angin dan juga suhu yang terdapat di sekitar area pesisir di wilayah Batam-Kepulauan Riau, ketika ingin melaut dan di sekitar pantai," ujarnya.
Efek lanjutan yang perlu diwaspadai dan dipahami yaitu akan terdapat perubahan morfologi pantai, penggerusan atau biasa disebut dengan abrasi, penurunan nutrient di perairan.
Efek lanjutan ROB juga akan meninggalkan genangan, yang membuat daerah pesisir tidak seperti sebelumnya, dan ini yang bisa menyebabkan penurunan muka air tanah yang terdapat diwilayah pesisir di Batam-Kepulauan Riau.
Efek lanjutan pasca ROB juga akan merusak rumah, jalan dan fasilitas umum yang akan mengakibatkan bebrapa lahan pertanian tidak bisa difungsikan.
Banjir ROB juga bisa nantinya akan menyebabkan terjadinya beberapa penyakit akibat tercemarnya daeran pesisir yaitu penyakit batuk, flu, gatal-gatal dan diare.
Sehingga dapat disarankan bangunan tepi pantai sebaiknya menggunakan rumah panggung.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Info Cuaca
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pelabuhan-batu-ampar-batam.jpg)