Breaking News:

BERITA CHINA

Panas Dinging Hubungan AS-Beijing di Laut China Selatan, Militer Xi Jinping Ingatkan Kapal AS Pergi

Militer Xi Jinping mengklaim armada lautnya telah mengikuti dan memperingatkan sebuah kapal perang AS yang memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel

Eksekutif Marinetime
Foto ilustrasi kapal-kapal berbendera China - Panas Dinging Hubungan AS-Beijing di Laut China Selatan, Militer Xi Jinping Ingatkan Kapal AS Pergi 

TRIBUNBATAM.id - Hubungan panas antara dua kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat (AS) dan China naik turun.

Laut China Selatan menjadi salah satu dari banyak elemen hubungan yang sulit antara Beijing dan Washington.

Yang terbaru, militer Xi Jinping mengklaim armada lautnya telah mengikuti dan memperingatkan sebuah kapal perang AS yang memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan.

Sebagai informasi, Negeri Paman Sam tegas menolak apa yang disebutnya klaim teritorial yang melanggar hukum oleh Beijing di Laut China Selatan.

Di satu sisi, China mengeklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan di mana Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina juga memiliki klaim yang tumpang tindih.

Pada Kamis (20/1/2022) dilaporkan kapal perusak kelas Arleigh Burke, USS Benfold milik AS diperingatkan pasukan China di laut sengketa tersebut.

Baca juga: Insiden Laut China Selatan, Kapal Selam AS Tenaga Nuklir Tabrak Gunung Bawah Laut

Baca juga: 3 Alasan Kenapa China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Laut China Selatan meski Ditentang Banyak Negara

Komando Palagan Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan, USS Benfold secara ilegal berlayar ke perairan teritorial China tanpa izin.

Satuan tersebut menambahkan, USS Benfold melanggar kedaulatan China.

Dikutip dari kompas.com, pihaknya juga mengaku telah melacak kapal tersebut.

"Kami dengan sungguh-sungguh menuntut agar pihak AS segera menghentikan tindakan provokatif seperti itu," kata Komando Palagan Selatan PLA.

"Jika tidak, maka akan menanggung konsekuensi serius dari peristiwa yang tidak terduga," sambung Komando Palagan Selatan PLA.

Di sisi lain, Angkatan Laut AS mengatakan bahwa USS Benfold memiliki kebebasan berlayar di sekitar Pulau Paracel karena sesuai dengan hukum internasional.

"Pada akhir operasinya, USS Benfold keluar dari klaim berlebihan dan melanjutkan operasi di Laut China Selatan," kata juru bicara Armada ke-7 angkatan Laut AS Mark Langford.

Baca juga: Laut China Selatan, Kapal Perang Jerman Gabung Koalisi AS Tekan Ambisi Beijing

Baca juga: Diam-diam China Bangun Tembok Pertahanan Militer di Laut China Selatan

AS sering melakukan apa yang disebutnya misi kebebasan navigasi di Laut China Selatan, untuk menantang klaim teritorial Beijing.

Di sisi lain, Beijing telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan Laut China Selatan.

Perairan tersebut merupakan wilayah yang penting karena dilintasi oleh jalur pelayaran vital, mengandung ladang gas dan kaya akan ikan.

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved