Breaking News:

Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Angkot di Batam, Holmes Cuci Gunting seusai Tikam Jefri

Ada 18 adegan yang diperagakan Holmes saat rekonstruksi pembunuhan sopir angkot Jefri di Bengkong Batam. Setelah tikam korban, pelaku cuci gunting

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Tersangka Holmes Halomoan Banjarnahor (39) saat dihadirkan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sopir angkot di Bengkong Shopping Centre, tidak jauh dari Bengkong Dalam Batam. 

Mengenakan rompi berwarna oranye dan kedua tangannya dalam kondisi terikat, dia hanya tertunduk dari awal hingga akhir konferensi pers.

Meski mengunakan sebo dan masker, namun dari cara bicaranya, dia mengakui kesalahannya.

Pria yang berdomisili di Bengkong Palapa II itu nyaris tak berkata-kata di hadapan polisi dan awak media.

Beberapa kali diwawancarai ia memilih diam. Dia baru menjawab pertanyaan dari media seusai konferensi pers.

"Saya menyesal. Saya tidak sangka kejadian ini bisa terjadi," ujar Holmes singkat.

Dirinya mengaku bahwa ia kenal dengan Jefri, dan sudah beberapa kali minum tuak bersama di warung kawasan Bengkong.

"Saya khilaf, dan melakukan pembunuhan karena Jefri sudah bicara kasar dengan saya. Sebelumnya kami tidak ada masalah apapun," kata Holmes.

Ia mengaku dari awal memang ingin membunuh kawan seprofesi tersebut.

"Saya sudah siapkan gunting itu. Rencana mau saya ajak duel dulu. Jika saya kalah maka saya langsung ambil gunting dan menusuk Jefri," jelasnya.

Dirinya sempat memukuli Jefri satu kali ke bagian muka, lantaran Jefri masih ngotot.

Sehingga tanpa berpikir panjang, pelaku langsung mengambil gunting yang sudah disiapkan, kemudian menikam ke bagian leher korban sebanyak satu kali.

"Saya langsung tusuk saja, karena Jefri mengeluarkan kata-kata apa rupanya, ada masalah apa rupanya. Hal itu yang membuat saya naik pitam," ujarnya.

Pasca menikam korban, ia kabur tanpa menghiraukan korban yang saat itu dalam kondisi kesakitan.

Holmes kabur ke arah Sarmen Bengkong Laut. Hanya selang hitungan jam dari peristiwa, dia ditangkap polisi.

Holmes tidak menyangka, jika gunting yang bersarang ke leher korban membuat Jefri meninggal dunia.

"Sebagai orang yang bersalah, saya harus mempertanggung jawabkan perbuatan saya, dan siap untuk dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Holmes dengan nada suara bergetar. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved