Breaking News:

LINGGA TERKINI

Jumlah ODGJ Lingga Bertambah, Dinas Kesehatan Ungkap Penyebabnya

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengungkap penyebab kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melonjak.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dokumentasi Dinkes PPKB Lingga
Rapat koordinasi yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam penanggulangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) belum lama ini. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bertambah.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan PPKB) Kabupaten Lingga mencatat, jumlah penderita ODGJ yang semula 163 orang naik menjadi 175 kasus.

Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten lingga, Wawan Kusmana mengatakan, kurangnya koordinasi pihak keluarga dan pendataan pasien ODGJ oleh puskesmas setempat menyebabkan naiknya jumlah pasien tersebut di Kabupaten Lingga.

Menurutnya, hal ini perlu perhatian khusus terhadap penanggulangan ODGJ dari pihak keluarga untuk berkoordinasi dengan petugas puskesmas setempat.

“Harapan kita kerja sama dengan pihak keluarga dapat terjalin sehingga ODGJ di Lingga dapat ditangani,” ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: ODGJ Akhiri Nyawa Pelajar di Musi Rawas Utara, Dulu Sempat Dipasung, Kerap Emosi Lihat Orang Asing

Baca juga: ODGJ Dibakar Hidup-hidup, Pelaku Marah Karena HP Miliknya Hilang

Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes PPKB Lingga
Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten lingga, Wawan Kusmana saat diwawancarai. Ia mengungkap penderita ODGJ meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Dinkes PPKB menggelar rapat koordinasi Lintas Sektor Tim Penanggulangan ODGJ di Hotel Prima Inn, Kecamatan Singkep.

Wawan menilai, selama ini lintas sektor bekerja cukup baik.

Dia menambahkan bahwa prioritas yang utama yaitu mencegah masalah kejiwaan menjadi gangguan kejiwaan.

“Jadi orang dengan masalah kesehatan jiwa jangan sampai menjadi gangguan jiwa, istilah nya mengalami gangguan jiwa kami berharap bisa mandiri, diberdayakan, dan diakui masyarakat tanpa ada stigma-stigma,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk yang diharapkannya, agar dapat terjalin kerja sama untuk menekan kasus-kasus baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved