Breaking News:

INFO PERJALANAN

Panduan Mengisi eHAC PeduliLindungi dan Cara agar Lolos Kelayakan Terbang

Status kelayakan saat mengisi e-HAC akan menentukan apakah seseorang bisa bepergian atau tidak dengan pesawat terbang

covid.go.id
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi - Status kelayakan saat mengisi e-HAC akan menentukan apakah seseorang bisa bepergian atau tidak dengan pesawat terbang 

TRIBUNBATAM.id - Melakukan perjalanan dengan pesawat terbang tak cukup mengandalkan tiket dan kartu tanda pengenal di masa pandemi Covid-19.

Bahkan sudah melakukan vaksinasi Covid-19 belum cukup membuat calon penumpang pesawat terbang bisa melenggang naik ke transportasi tersebut.

Terdapat syarat lain yang tak kalah penting yang mebuat calon penumpang bisa bepergian, yakni mengisi e-HAC di aplikasi PeduliLindungi.

Status kelayakan saat mengisi e-HAC akan menentukan apakah seseorang bisa bepergian atau tidak dengan pesawat terbang.

Dalam pelaksanaanya, petugas di bandara akan memeriksa kelayakan perjalanan melalui e-HAC atau yang telah diisi sehari sebelum tanggal keberangkatan atau sebelum melakukan check-in.

Adapun syarat yang harus dipenuhi pemudik untuk memperoleh status kelayakan terbang di e-HAC PeduliLindungi adalah:

Baca juga: Syarat dan Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air Group Besok, Minggu 17 Juli 2022

Baca juga: CATAT Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion, Citilink, Garuda Per 17 Juli 2022

1. Calon penumpang yang sudah vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan melakukan tes, baik Antigen maupun RT-PCR untuk memenuhi syarat kelayakan terbang. e-HAC akan menilai kelayakan terbang berdasarkan hasil tes tersebut.

2. Calon penumpang yang sudah melakukan vaksinasi primer dosis kedua diwajibkan melengkapi syarat mudik dengan keterangan hasil negatif tes Antigen maksimal 1×24 jam atau tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

3. Calon penumpang yang baru vaksinasi satu kali diwajibkan menunjukkan dokumen hasil tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

4. Calon penumpang dengan komorbid (penyakit penyerta) yang tidak dapat melakukan vaksinasi harus menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil tes RT-PCR maksimal 3×24 jam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved