Breaking News:

BERITA SINGAPURA

KPK Koordinasi dengan CPIB Singapura Buru Bos Duta Palma Group Surya Darmadi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan CPIB Singapura dalam memburu bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi yang berstatus buronan.

TribunBatam.id via Kompas.com
Gedung Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. KPK bakal berkoordinasi dengan lembaga pemberantasan korupsi di Singapura, CPIB dalam memburu bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi yang berstatus buronan. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) bakal berkoordinasi dengan biro pemberantasan korupsi di Singapura, Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Koordinasi KPK dengan lembaga pemberantasan korupsi di Singapura itu terkait upaya KPK untuk memburu bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng yang berstatus buronan sejak beberapa tahun lalu.

KPK menduga Surya Darmadi diduga kabur ke Singapura terkait kasus korupsi revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014.

Dugaan Surya Darmadi berada di Singapura sebelumnya diungkapkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi partai Demokrat Santoso.

“Kami punya koordinasi dengan CPIB, KPK-nya Singapura. Kami akan cek ke sana, menanyakan keberadaan yang bersangkutan,” kata Alex saat ditemui awak media di Plaza Pupuk Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Cegah Korupsi, KPK Lakukan Monev Aset dan Pendapatan Daerah di Anambas

Selain itu, kata Alex, KPK juga membuka peluang melakukan ekstradisi kepada taipan perusahaan sawit.

KPK akan mengecek apakah Indonesia dan Singapura memiliki hukuman yang sama terkait kejahatan yang dilakukan Bos PT Duta Palma Group itu di Indonesia.

Meski demikian, hingga saat ini Alex mengaku belum mengetahui apakah Surya Darmadi masih menyandang status kewarganegaraan Indonesia atau sudah beralih menjadi warga negara Singapura.

“Itu kan syarat syarat perjanjian ekstradisi seperti itu pasti juga akan kita upayakan. Kami akan koordinasi dengan CPIB dengan aparat penegak hukum setempat,” sambungnya.

Sebagai informasi, Surya Darmadi satu di antara orang terkaya versi majalah Forbes itu juga tengah diburu penyidik Kejagung atas kasus berbeda.

Ia bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2022 dalam kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan 37.095 hektar di Riau dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baik KPK dan Kejagung RI sebelumnya terus berkoordinasi dalam memburu Surya Darmadi itu.

Baca juga: Menkes Singapura Prediksi 60 Persen Warga Negeri Singa Positif Covid-19

KPK bahkan terus berkomunikasi juga dengan Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Supardi dalam upaya memburu Apeng.

Ia menegaskan tidak ada persoalan berarti bagi pihaknya dalam berkomunikasi dengan aparat hukum lainnya yang tengah mengusut dugaan korupsi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved