Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Cegah Korupsi, KPK Lakukan Monev Aset dan Pendapatan Daerah di Anambas

KPK datang ke Anambas untuk melakukan monev aset dan pendapatan daerah untuk pencegahan korupsi

tribunbatam.id/istimewa
Tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wilayah I melaksanakan monitoring dan evaluasi aset dan pendapatan daerah bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas di Aula Prof. M Zein, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (28/7/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah I, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kunjungan itu dalam rangka rapat koordinasi monitoring dan evaluasi (monev) aset dan pendapatan daerah, dan berlangsung di Aula Prof. M Zein, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (28/7/2022).

Program upaya pencegahan korupsi melalu sistem Monitoring Centre for Prevention (MCP) itu, fokus pada indikator penyelesaian aset bermasalah, sertifikasi aset, optimalisasi pendapatan dan tunggakan pajak serta indikator MCP lainnya.

Atas hal itu, KPK hadir guna mengevaluasi capaian serta hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Anambas dalam mengimplementasikan tata kelola pemerintahan.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris melalui Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah Hani Muzwati menyambut baik pelaksanaan rakor monitoring dan evaluasi tim Korsup KPK tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu sangat penting dan membantu guna memberikan pendampingan terhadap persoalan maupun kendala yang dihadapi oleh Pemda Anambas.

"Tentu kita sangat senang dan menyambut baik monev ini. Artinya dengan adanya pendampingan dari APH urusan kita yang sulit dapat teratasi. Contoh aset tanah yang bersengketa dengan pihak ketiga yang mungkin kurang paham dapat dimediasi dan diberikan penjelasan sehingga mereka paham," ucapnya.

Baca juga: Bupati Anambas Abdul Haris Sambut Kepulangan 19 Jemaah Haji 2022

Ia melanjutkan, dalam monev bersama itu pihak KPK meminta kepada pihaknya untuk menelusuri serta menyusun kembali data aset daerah secara baik, guna memastikan tidak adanya aset yang terbengkalai di kemudian hari.

"Alhamdulillah koordinasi dan kerja sama kita dengan BPN Anambas berjalan baik, khususnya pada pengurusan sertifikat tanah. Kalau kendala kita hanya di administrasi ke masyarakat atau pihak ketiganya saja," terangnya.

Hani menyebut sepanjang tahun 2021, hanya terdapat lima persoalan sertifikat aset lahan milik daerah, sedangkan di tahun 2022 tersisa satu, namun masih dalam proses penyelesaian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved