Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polisi Tangkap Enam Pelaku Pengiriman PMI Ilegal via Pelabuhan Batam Center

Polsek KKP Batam menangkap enam pelaku pengiriman PMI ilegal di Pelabuhan Batam Center. Mereka ditangkap atas empat LP berbeda

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Kapolsek KKP Batam AKP Yusriadi Yusuf saat ekspose penangkapan pelaku pengiriman PMI non prosedural alias PMI ilegal, Senin (8/8/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jalur perairan Batam memang ‘empuk’ jadi sasaran pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

Tak hanya lewat pelabuhan tikus, ada juga PMI yang diberangkatkan dari pelabuhan resmi di Batam, termasuk lewat Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

Kepolisian Sektor Pelabuhan Khusus Batam (KKP) mengamankan enam orang pelaku pengiriman PMI di Pelabuhan Batam Center, baru-baru ini.

Enam pelaku diamankan berdasarkan empat laporan perkara yang berbeda.

Enam tersangka yang ditangkap itu merupakan dalang jaringan sindikat pengiriman PMI ilegal yang selama ini beroperasi di sana.

“Kita sudah intai lama. Makanya mereka tak berani membantah. Bukti-bukti dan rekaman video aktivitas mereka melakukan kejahatan sudah kita kantongi,” ujar Kapolsek KKP Batam, AKP Yusriadi Yusuf saat ungkap kasus keenam tersangka di Mapolsek, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Polda Kepri Tangkap 7 Tersangka Kasus PMI Ilegal Tujuan Malaysia

Ia menyebut, keenam pelaku merupakan pemain yang selama ini berperan dalam pengiriman PMI tanpa dokumen yang resmi di Pelabuhan Batam Center.

“Sehari mereka ini bisa kirim lima hingga puluhan orang. Dari satu orang mereka mendapat keuntungan satu juta rupiah,” ujar Yusuf menerangkan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Yusriadi Yusuf menyebutkan, enam orang terduga pelaku yang berperan sebagai penampung dan pengurus keberangkatan PMI ilegal ini berinisial RD, AW, AK, RS, SH dan SF.

"Enam orang terduga pelaku diamankan berdasarkan empat laporan kepolisian berbeda," ujar Yusriadi.

Kapolsek KKP menambahkan, diamankannya sejumlah terduga pelaku berasal dari keterangan seorang korban/PMI yang akan mencari peruntungan bekerja ke Malaysia dengan cara ilegal.

Polsek KKP menerima laporan polisi korban PMI Ilegal pada tanggal 15, 18 dan dua laporan pada 22 Juli 2022. Selanjutnya polisi melakukan pengembangan.

"Hasil keterangan korban, dirinya akan berangkat kerja ke Malaysia sebagai PMI, dengan membayar biaya sebesar Rp 15 juta untuk keperluan di Batam mulai dari penginapan, makan, tiket hingga kepengurusan berangkat," jelasnya.

"Dari keterangan sejumlah pelaku, ada yang mendapat Rp 1 juta per orang. Korbannya ada sekitar 40 orang," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved