Breaking News:

BINTAN TERKINI

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Kadis Perkim Bintan Masih Dapat Separuh Gaji

Inspektorat Bintan tunggu putusan inkrah pengadilan terhadap mantan Kadis Perkim Bintan yang tersandung kasus korupsi. Hery masih dapat separuh gaji

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Mantan Kadis Perkim Bintan, Heri Wahyu yang tersandung kasus korupsi lahan TPA di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, saat digiring ke mobil tahanan Kejari Bintan, beberapa waktu lalu 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan, Heri Wahyu yang tersandung kasus korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan masih mendapatkan gaji 50 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Bintan, Irma Annisa belum lama ini.

"Saat ini mantan Kadis Perkim Bintan sudah dinonaktifkan sementara. Tetapi masih mendapat gaji 50 persen. Sebab kasusnya belum masuk tahap inkrah dari pengadilan," terangnya.

Ia melanjutkan, Inspektorat Kabupaten Bintan hingga saat ini masih menunggu putusan tetap dari Pengadilan Negeri Tanjungpinang terkait sanksi yang akan diberikan terhadap mantan Kadis Perkim Bintan yang tersandung kasus korupsi lahan TPA di Tanjunguban.

"Sampai sejauh ini kita dari Inspektorat Bintan belum ada memberikan sanksi, soalnya kasusnya belum inkrah," ucapnya.

Sementara itu, terkait kasus korupsi lahan TPA di Tanjunguban, pihak Kejaksaan Negeri Bintan melakukan penelusuran terkait harta kekayaan tiga orang tersangka yang diamankan.

Baca juga: Kejari Bintan Telusuri Kekayaan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan TPA

Tiga tersangka itu yakni mantan Kadis Perkim Bintan, Herry Wahyu (HW), serta AS (Ari Syafdiansyah) dan SP (Supriatna) warga Tanjunguban.

Penelusuran harta kekayaan HW, AS, dan Sp ini melibatkan Bidang Intelijen Kejati Kepri.

"Kita saat ini tengah menelusuri harta kekayaan tiga orang tersangka. Kita melibatkan Intel Kejati Kepri, soalnya Intel Kejari Bintan masih kosong Kepala Seksinya dan kita minta bantu," kata Kasi Pidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi sebelumnya.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang menunggu data-data valid dari tim Intel Kejati Kepri. Nantinya, pihaknya akan melakukan upaya penyitaan paksa terhadap harta kekayaan para tersangka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved