Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Waspada Penyakit Mulut dan Kuku, Karimun Pulangkan 53 Kambing ke Daerah Asal

Pemkab Karimun melalui OPD-nya memulangkan 53 kambing asal Riau. Langkah ini sekaligus mencegah masuknya penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra saat diwawancara terkait pemulangan puluhan kambing asal Provinsi Riau untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK), Jumat (2/9/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Karimun mewaspadai benar masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternnak.

Sebanyak 53 kambing yang masuk ke wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauam Riau (Kepri), mereka kembalikan ke daerah asal untuk mencegah penyakit mulut dan kuku ini.

Puluhan kambing asal Provinsi Riau itu masuk melalui pelabuhan Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra mengatakan, puluhan kambing tersebut masuk tanpa dokumen karantina dari daerah asal.

"Ada 53 ekor kambing yang ditolak masuk dari Pulau Muda dan Sungai Guntung Provinsi Riau. Pihak karantina mendapat tidak adanya dokumen karantina," ujar Sukrianto.

Baca juga: 179 Ekor Sapi di Bintan sudah Divaksin PMK Tahap Dua, Paling Banyak di Toapaya

Setelah ditolak masuk ke wilayah Karimun, kambing-kambing tersebut dipulangkan ke daerah asal.

Hal itu guna mengantisipasi masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari wilayah yang masih zona merah.

"Karantina meminta hewan yang rentan akan PMK itu untuk dipulangkan ke daerah asal, karna memang dari Riau itu masih zona merah kasus PMK," ujarnya.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Karimun, Nurainun Siregar mengatakan, pihaknya akan menindak dengan tegas bagi masyarakat yang tidak memenuhi persyarataan dalam hal memasukkan atau mengeluarkan hewan ternak.

"Sesuai Undang-Undang No 21 Tahun 2019 pasal 35. Hewan ternak yang tidak terjamin kesehatannya tidak diizinkan masuk ini sesuai SE Kepala Badan Karantina Pertanian tentang peningkatan dan kewaspadaan terhadap PMK," ujar Nurainun.

Baca juga: Pulau Bintan Waspada PMK, Satgas Klaim 100 Persen Ternak Sudah Dapat Vaksin

Dengan begitu, Nurainun kepada masyarakat yang hendak melalul lintaskan media pembawa HPHK atau OPTK agar mematuhi prosedur karantina dengan melengkapi dokumen persyaratan.

Selain itu, wajib melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina untuk dilakukan tindakan karantina.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved