Breaking News:

Tarif Angkutan Umum di Karimun Naik Rp 2 Ribu, Dampak Kenaikan Harga BBM

Tarif angkutan umum di Karimun naik 28 persen atau sekitar seribu hingga Rp 2 ribu dampak kenaikan harga BBM

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Yeni Hartati
Angkutan umum di Karimun sedang antre menunggu penumpang dari arah Balai Kota. Tarif angkutan umum di Karimun kini naik Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu dampak kenaikan harga BBM 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif angkutan umum darat atau oplet di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) juga mengalami kenaikan.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, tarif angkutan umum atau oplet naik 28 persen atau di bawah besaran kenaikan BBM sekitar 31 persen.

"Tarif angkutan darat naik seribu hingga dua ribu atau sekitar 28 persen," ujar Bupati Rafiq, Jumat (16/9/2022).

Meski begitu, Bupati Rafiq menyebut tarif kenaikan angkutan umum ini tidak akan berlaku bagi pelajar, atau tetap seperti harga sebelum BBM naik.

"Perlu ditegaskan untuk pelajar, ongkos angkutan darat tidak terjadi kenaikan atau sama sebelum BBM dinyatakan naik," ujarnya.

Kenaikan harga BBM ini dikeluhkan banyak pihak di Karimun, termasuk Dayat, seorang sopir angkutan umum.

Baca juga: Demo Buruh di DPRD Karimun, Tuntut Tolak Kenaikan Harga BBM hingga Upah yang Layak

"Biasanya tarif penumpang mulai Rp 5 ribu atau Rp 7 ribu. Sekarang minyak naik tentunya kami harus menaikkan juga," ujar Dayat.

Ia mengaku sebagai sopir angkutan atau oplet di pelabuhan, mereka mengenakan sistem antrean.

"Kami di sini itu pakai nomor antrean. Jadi siapa paling pagi datang dapat nomor pertama. Sistemnya sopir di pelabuhan kalau oplet yang pertama sudah jalan baru kami boleh maju, tidak boleh menyerobot," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, derita sopir angkot yang tidak punya angkutan sendiri alias sewa. Mereka harus bagi hasil dengan pemilik angkot.

Baca juga: 9438 Keluarga di Karimun Terima Program BLT BBM Rp 600 Ribu secara Bertahap

"Kadang bukan masalah tarif ini yang naik, penumpang juga sepi. Mau jalan bingung, kadang cuma lima orang saja. Bayangkan harus bagi hasil dari sewa angkot lagi," keluh Dayat.

Sementara itu, penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum juga ikut merasakan kenaikan tarif angkutan, bersamaan naiknya dengan barang lainnya.

"Sekarang mau jauh atau dekat wajib bayar Rp 10 ribu. Apalah arti uang Rp 50 ribu sekarang kalau untuk belanja di pasar, Rp 20 ribu sudah untuk ongkos," ujar penumpang yang dijumpai Tribunbatam mengenakan kaos hitam. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved