Pengaruh Suhu Pasteurisasi Terhadap Kandungan Protein dan Sifat Organoleptik Kefir Susu Sapi
Pasteurisasi merupakan proses untuk menghancurkan mikroorganisme berbahaya melalui pemanasan.
Cara ini dilakukan dengan menggunakan mesin PHE.
Proses pemanasan susu secara sederhana dan yang paling mudah dilakukan adalah dengan metode batch atau holding.
Metode tersebut menggunakan teknik steam atau dalam bahasa jawa orang biasa menyebutnya team.
Metode tersebut menghindarkan susu mendapatkan pemanasan secara langsug diatas api, dengan tujuan mencegah kerusakan kandungan gizi yang terdapat dalam susu dan juga menghindari rasa gosong.
Terdapat banyak variasi dan kombinasi suhu pateurisasi.
Menurut Warta penelitian dan perkembangan pertanian dengan alamat: https://pustaka.litbang.deptan.go.id/ kombinasi suhu pasteurisasi dan waktunya adalah 850-900 C selama 30 menit.
Aksi Agraris Kanisius ( 2000: 72 ) pasteurisasi paling tepat adalah 700 C selama 150 menit, 720 C selama 30 menit.
Sedangkan menurut Tri eko S dan Manik Eirry S ( 2009: 56 ) mengatakan pasteurisasi dilakukan dengan suhu 61 – 630 C selama 30 menit.
Selama proses pasteurisasi susu sapi berlangsung diduga ada perubahan – perubahan kandungan gizi yang terdapat dalam susu sapi, terutama kandungan proteinnya.
Permasalahan tersebut berkaitan dengan konsep biologi pada pokok bahasan bioteknologi.
Bioteknologi merupakan salah satu pokok bahasan yang memerlukan metode pembelajaran langsung, agar para peserta didik bisa lebih mudah menyerapnya.
Salah satu metode pembelajaran langsung adalah dengan praktikum.
Kefir merupakan salah satu produk bioteknologi yang perlu dikenalkan kepada peserta didik, tetapi pada prosesnya harus dijelaskan kombinasi waktu dan suhu yang tepat sehingga tidak akan terjadi kesalahan pada saat proses pembuatan berlangsung.
Selain proses pembuatannya, uji kandungan protein terhadap kefir juga perlu dikenalkan.
Dalam prosesnya, Metode praktikum memerlukan petunjuk praktikum yang kreatif dan inovatif, agar peserta didik tertarik untuk melakukan praktikum tersebut.
Dengan adanya bahan petunjuk praktikum mengenai pengaruh pasteurisasi terhadap kandungan protein kefir susu sapi ini diharapkan dapat menggali keingintahuan siswa dalam menciptakan produk bioteknologi yang baru, dan juga membantu siswa memahami konsep pembelajaran, khususnya pokok bahasan bioteknologi.
Ditulis Oleh: Lia Nindya Wati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Susu-pasteurisasi.jpg)