Sabtu, 2 Mei 2026

KESEHATAN

INI Keunggulan Diet Puasa Senin Kamis Bagi Kesehatan Menurut Ahli Nutrisi

Bagi umat muslim puasa Senin dan Kamis mungkin sudah tidak asing lagi. Diet puasa ini juga hampir sama dengan diet yang menganut sistem diet 5:2.

Tayang:
Lifealth
Diet juga memiliki banyak jenis, namun yang jarang diketahui adalah diet berpola puasa. Ilustrasi diet 

Sebuah riset yang dilakukan oleh tim Longo menyebut, puasa pada pasien kanker membuat kadar sel darah putih menurun sementara, tetapi kemudian mengalami peningkatan.

Sel darah putih merupakan elemen penting dalam sistem pertahanan tubuh.

Akan tetapi, Nick Priest, dosen biologi dan biokimia Universitas Bath mengingatkan bahwa puasa dalam jangka panjang malah akan menimbulkan infeksi.

"Ini menunjukkan bahwa gejolak masa muda harus ada label peringatan. (Jika menjalani diet 5:2 atau diet Longo) 80 persen efek puasa tidak didapat," katanya dikutip dari The Guardian. 

Partisipan dalam riset Longo harus menjalani puasa yang ekstrem. Mereka pun tidak berolahraga seperti layaknya diet yang lain. 

Baca juga: Cocok Bagi Pejuang Diet, Ini 4 Menu Sarapan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan  

Baca juga: TIPS Sehat Melancarkan Aliran Darah untuk Cegah Penyakit Jantung

  • Mengurangi risiko serangan jantung

Dari penelitian serupa, Priest juga menemukan tekanan darah sistolik pada partisipan berkurang hingga 9 persen.

Tekanan darah sistolik adalah tekanan yang diterima pembuluh darah saat jantung berdetak.

Mereka yang tidak menjalani diet 5:2 justru tekanan darah sistoliknya meningkat hingga 2 persen.

"Penurunan tekanan darah sistolik mengurangi tekanan pada arteri, berpotensi mengurangi potensi serangan jantung dan stroke," sebut universitas.

  • Makin kurus

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh British Journal of Nutrition, partisipan yang menjalani diet 5:2 mengalami penurunan berat badan hingga 5 persen. 

Sebanyak 27 partisipan dengan obesitas dilihat kemampuan metabolisme lemak dan glukosanya selama diet.

Selama puasa, partisipan diminta untuk mengurangi asupan kalorinya hingga 600 kalori.

Sebanyak 20 persen partisipan harus mundur karena tidak kuat menjalankan diet.

Sedangkan mereka yang bertahan mampu menjalani diet selama 59 hari dari 73 hari yang ditentukan.

Dalam 59 hari, berat badan mereka turun hingga 5 persen.

(*/TRIBUNBATAM.id)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved