HUMAN INTEREST
KESEDIHAN Ani saat Tahu RSKI Galang Batam Resmi Ditutup, Kini Hilang Mata Pencaharian
Ani, seorang pemilik warung yang berada di samping RSKI Galang Batam mengaku sedih dengan penutupan rumah sakit tersebut. Sebab, kini sepi.
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang ibu rumah tangga, Ani (60) mengaku kehilangan mata pencaharian sejak ditutupnya RSKI Galang.
Bagaimana tidak, pemilik kios warung kelontong di kawasan RSKI pulau Galang ini mendadak sepi sejak RSKI Galang berhenti beroperasi.
Selain sepi pembeli, Ani juga merasa kesunyian. Tak ada lagi temannya untuk bercerita.
Padahal, tiap pagi dan sore setiap hari ada beberapa petugas RSKI yang mampir ke warungnya. Namun kini berbeda.
Di usianya yang tak lagi muda, Ani menghabiskan hari-hari di kesunyian lingkungan tanpa keramaian.
Awalnya, Ani bersama suami pindah dari Pulau Batam ke Pulau Galang untuk mendirikan kios di kawasan RSKI Galang atas permintaan Kepala RSKI yang pertama.
Di sisi lain, Ani bersama suami ingin menikmati ketenangan dari kebisingan kota Batam dan memilih membangun hunian di samping RSKI Galang.
“Sedih juga lah, sekarang sepi, sunyi total. Tak ada lagi orang di RSKI, semuanya sudah pulang,” ujar Ani pada Tribun beberapa waktu lalu.
Baca juga: KONDISI Terkini RSKI Galang Batam Sejak Tutup Operasi, Mirip Bangunan Tua tak Berpenghuni
Padahal dulu, setiap harinya pembeli dagangan warung Ani didominasi petugas RSKI mulai flamingo service, Nakes hingga tentara.
“Mereka kan makanannya nasi katring. Kadang kalau mereka bosan makan katring mampirnya ke warung saya,” kata Ani.
Namun, Ani mengaku sejak tak ada penghuni RSKI Galang, ia pun tak lagi berjualan.
Ia memilih beristirahat. Sebab, kalau masih berjualan tak ada yang membeli.
Kios warung Ani berada tepat di samping masjid RSKI yang lokasinya tidak jauh dari portal pintu utama masuk RSKI.
Kini, Ani sehari hari hanya bisa ikut membantu sang suami membersihkan masjid RSKI.
Suami Ani, bernama Nurdin berusia 55 tahun ia menjadi imam masjid.
Kisah Didik Setiawan, Seniman di Natuna Ubah Kayu Lokal Jadi Karya Bernilai Tinggi |
![]() |
---|
Jemaah Haji Batam Meninggal di Tanah Suci, Yusman Johar Sosok Guru Berdedikasi Tinggi |
![]() |
---|
Nek Mesiyem Menangis Haru, Rumahnya di Teluk Mata Ikan Dapat Bantuan dari Pemko Batam |
![]() |
---|
Kisah Hidup Pemulung di TPA Punggur Batam, Bertaruh Nyawa Mengais Rupiah dari Timbunan Sampah |
![]() |
---|
Cerita Hasan Husin, Jemaah Haji Tertua Asal Lingga Kepri Berangkat ke Tanah Suci |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.