PARIWISATA KEPRI AMAN
Museum Linggam Cahaya Lingga Jadi Tujuan Wisata Warga Tionghoa saat Libur Imlek
Sejumlah warga Tionghoa di Lingga memanfaatkan momen libur Imlek 2023 dengan berkunjung ke destinasi wisata Museum Lingga Cahaya di Daik
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Selain itu ada Tudung Manto, tudung lingkup, serta busana lama lainnya yang lusuh, terpajang rapi di sana.
Hal lain yang menarik, yakni tulang Gajah Mina atau gajah laut dengan ukuran panjang 12,40 meter.
Baca juga: Makam Merah Wisata Sejarah Lingga, Tempat Yang Dipertuan Muda Riau X Dimakamkan
Pada awalnya, hewan langka ini ditemukan pada 13 Januari 2005 di Pantai Dungun, Desa Teluk, Kecamatan Lingga Utara.
Hewan ini memiliki panjang ekor 1,80 meter, panjang gading 2,40 meter, tebal kulit 10 sentimeter, panjang sirip bawah 78 sentimeter, dan lebar sirip bawah 47 sentimer.
Ciri lainnya dari gajah laut ini memiliki rambut, belalai, dan ekor seperti ikan.
"Pada 2001 sudah mulai mengumpulkan barang-barang koleksi dan 2002 juga masih mengumpulkan barang sekaligus tahap pembangunan. Selanjutnya 2003 baru dibuka untuk kunjungan," kata Lazuardi.
Sejauh ini Dinas Kebudayaan Lingga masih banyak menerima laporan masyarakat terkait barang sejarah yang masih bisa ditemukan di lingkungan penduduk.
Sebut saja seperti meriam dan juga barang-barang peninggalan sejarah lainnya.
"Untuk mengambil barang itu dari penduduk kita juga perlu anggaran sebagai imbalan. Dan itu (barang peninggalan) masih banyak baik di Daik dan Dabo," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pelestarian Cagar Budaya, Sejarah, dan Permuseuman Disbud Lingga, Abdul Manaf.
(tribunbatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28012023pengunjung-Museum-Linggam-Cahaya-Lingga.jpg)