Sabtu, 2 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Gambaran Aktivitas Melayu Lingga Tempo Dulu Lewat Talam Sehidang

Lewat event Talam Sehidang, event ini coba menggambarkan serinci mungkin aktivitas Melayu Lingga Tempo Dulu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
POTRET MELAYU LINGGA TEMPO DULU - Event Talam Sehidang Jilid II yang ditaja oleh Komunitas Tuah Anta Permana berlangsung meriah di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri memasuki malam puncaknya Sabtu (25/2/2023) malam ini. Dalam kegiatan ini, kita bisa melihat aktvitas Melayu Lingga tempo dulu. 

Keceriaan pun tampak di wajah pemusik, yang kebanyakan merupakan para wanita atau emak-emak.

"Memang musik ini kami kembangkan dari Sanggar Seni Tualang Tiga, jadi ada banyak musik di sini seperti biola, gambus, dan gendang (besar)," kata pemain biola, Taupik kepada TribunBatam.id.

Warga yang menyaksikan asyiknya musik yang mereka mainkan, tak melewatkan untuk mengambil momen yang langka itu.

Iringan musik itu pun disambut dengan aksi joged dangkong dari para ibu-ibu.

Baca juga: Talam Sehidang Komunitas Kumpul Sepekan Pukau Warga Lingga, Lestarikan Budaya Melayu

Pada hari pertama ini, kegiatan ini telah dimulai dengan tradisi berzanji yang dilakukan oleh para tokoh agama di sebuah bangsal (pondok kayu) yang telah dibangun di pagi hari.

Kemudian bersamaan pula dengan arak-arakan dan tradisi khataman Al Qur'an oleh para anak-anak, yang baru selesai belajar membaca Al-Qur'an.

Tradisi ini biasanya bisa dilihat pada adat perkawinan masyarakat Melayu, khususnya di Kabupaten Lingga yang masih ada hingga saat ini.

Komunitas Tuana menghadirkan tradisi ini, agar tidak punah dimakan zaman.

Usai khataman Al Qur'an dan berzanji, warga disuguhkan dengan makanan hidangan bersama.

Makanan hidangan bersama ini yang memunculkan nama 'Talam Sehidang'. Yang merupakan sebuah adat dan kebiasaan Melayu dalam makan bersama, yang dijamu dalam talam bertutupkan tudung saji dari daun pandan dilapisi kain warna warni.

Baca juga: Nizar Ingin Talam Sehidang Jadi Ikon Desa Tanjung Harapan Lingga

Di dalam hidangan tersebut, tersedia aneka lauk pauk yang telah dimasak oleh warga yang di dapur bangsal.

Selain itu, ada pula tradisi berganjal 'Mengacau Dodol' dimasak di dua buah kuali atau kawah besar.

Pada Jumat (24/2) sore, kegiatan ini pun dimeriahkan dengan perlombaan seloka permainan anak Melayu.

Permainan tradisional yang hampir punah termakan kemajuan teknologi, dihidupkan kembali dalam kegiatan ini.

Para stan juga berlomba-lomba untuk memasak masakan tradisional.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved