Kamis, 21 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Gambaran Aktivitas Melayu Lingga Tempo Dulu Lewat Talam Sehidang

Lewat event Talam Sehidang, event ini coba menggambarkan serinci mungkin aktivitas Melayu Lingga Tempo Dulu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
POTRET MELAYU LINGGA TEMPO DULU - Event Talam Sehidang Jilid II yang ditaja oleh Komunitas Tuah Anta Permana berlangsung meriah di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri memasuki malam puncaknya Sabtu (25/2/2023) malam ini. Dalam kegiatan ini, kita bisa melihat aktvitas Melayu Lingga tempo dulu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, Azmi sangat memberikan dukungan dan laluan bagi kumpulan anak muda dari Komunitas Tuana, untuk melestarikan dan menjaga budaya dan tradisi yang ada di Lingga melalui kegiatan Talam Sehidang ini.

Pria yang juga merupakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Lingga ini berharap, Komunitas Tuana dapat terus berkreasi dan berinovasi dengan tetap memegang kaidah-kaidah tradisional Bunda Tanah Melayu di Lingga ini.

"Teruslah bertanya dan belajar, Insya Allah Budaya Melayu di Bunda Tanah Melayu kita akan terus terpelihara, terbina, berkembang dan memberi manfaat bagi khalayak maupun pelakunya," kata Azmi.

Dia juga berharap, semoga Tuah Anta Permana akan menjadi inspirator dan pemicu bagi kalangan muda di Kabupaten Lingga.

Banyak Jajanan Khas Melayu

Even Talam Sehidang yang digelar oleh Komunitas Tuah Anta Permana di Implasemen Dabo Singkep.

Selain menghadirkan nilai-nilai kebudayaan Melayu, di kegiatan ini juga banyak menjual aneka jajanan kuliner khas Melayu Lingga.

Aneka jajanan kuliner itu tersedia di setiap stand yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Melihat kegiatan ini, warga Dabo Singkep tampak menyerbu lokasi ini untuk mengabadikan momen yang jarang mereka temui itu.

Selain itu, tak lupa mereka membeli kuliner khas Melayu yang tersedia di setiap stand peserta.

Warga pun dilayani dengan menggunakan bahasa Melayu, dilengkapi pemilik stand yang memakai pakaian tradisional.

Banyak sekali pilihan kuliner khas Melayu yang bisa dijumpai di sini, seperti kue bahulu berendam, dodol dengan beberapa jenis, tepung bawang, tepung bungkus, kue talam, lakse, gubal sagu pemanam bakar, dan masih banyak lagi.

Selain itu, ada juga salah satu stand, yakni dari Kelurahan Dabo Lama yang tampak sedang memasak ikan tamban salai.

Tamban salai memang merupakan lauk khas tradisional masyarakat Kabupaten Lingga.

Kepulan asap tampak merebak di belakang stand mereka, yakni dapur memasak.

Mereka memasak menggunakan tungku dari batu dan kayu api tanpa kompor, disertai dengan sabut kelapa untuk menyalai ikan.

"Ini nyalai sendiri, kalau beli ikannya di pasar, masak dengan tradisional. Ditambah sambal belacan (terasi-red) limau (jeruk-red), untuk makan dengan nasi," kata salah seorang ibu, Surya kepada TribunBatam.id.

Ibu yang lain juga tampak menumbuk cabai, mempersiapkan sambal untuk dimakan dengan ikan tamban salai.

Warga yang telah membeli kuliner bisa langsung memakan jajanan tersebut di lokasi acara. Karena sudah tersedia bangku kayu panjang yang disiapkan di tengah lapangan.

Disuguhi musik Melayu, suasan ini membuat betah warga yang mengunjunginya.

Selain jajanan khas Melayu, juga tersedia jajanan kekinian yang dijual oleh pelaku UMKM tak jauh dari situ.

"Bazar memang sengaja kami pisahkan wilayahnya dengan stand peserta, karena untuk stand peserta konsepnya harus Melayu semua. Dan UMKM kekinian bisa menjual lapak yang kosong di sebalah kiri panggung," kata Ketua Komunitas Tuana, Desgi Prayoga.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved