Rabu, 22 April 2026

KESEHATAN

6 Tanda Depresi Klinis yang Sering Tidak Disadari

Kadang tanpa disadari beberapa dari kita mungkin pernah mengalami depresi klinis tetapi tidak merasakannya dan berikut adalah tanda-tandanya

freepik.com
Ilustrasi - Kadang tanpa disadari beberapa dari kita mungkin pernah mengalami depresi klinis tetapi tidak merasakannya dan berikut adalah tanda-tandanya 

"Anda bisa menjadi pemarah, bahkan untuk hal-hal kecil atau sepele. Hal ini terjadi karena adanya beban emosi yang begitu berat," ucap Jennifer Wolkin, psikolog kesehatan dari New York.

  • Sulit berkonsentrasi

Melupakan ateline pekerjaan atau tugas sehari-hari bisa jadi tanda depresi.

Depresi bisa membuat kita sulit fokus dan mengurangi kemampuan kita dalam mengambil keputusan.

"Hal ini terjadi karena kita disibukkan dengan pikiran tentang kesedihan dan kehampaan, sehingga memengaruhi pekerjaan, ingatan, dan kemampuan pengambilan keputusan Anda," kata Wolkin.

Pemikiran yang tidak fokus itu dapat memicu perilaku yang tidak sehat dan berisiko.

  • Tidak bisa menikmati hal yang disukai

Pernahkah Anda merasa tidak bahagia dengan aktivitas yang sebelumnya Anda gemari?

Jika itu terjadi, maka waspadalah. Malas melakukan hal yang disenangi karena tidak lagi memberi Anda kesenangan adalah tanda-tanda depresi.

"Orang yang depresi bisa berlaku apatis terhadap hobi atau aktivitas yang memberinya kegembiraan. Hal itu membuat mereka mengasingkan diri," ucap Wolkin.

Baca juga: Cara Mengatasi Depresi yang Bikin Tak Semangat Hidup

Baca juga: Sulit Tidur Membuat Depresi, Ini 4 Minuman yang Bisa Bikin Tidur Nyenyak

Kondisi ini bisa membentuk lingkaran setan.

Depresi merampas kemampuan Anda untuk mendapatkan kesenangan dari pengalaman, jadi Anda berhenti melakukan hal-hal yang dapat mencerahkan suasana hati Anda.

  • Merasa rendah diri dan tidak berharga

Jika Anda terus-menerus merendahkan diri, atau Anda merasa tidak berharga atau tidak penting, cobalah berkonsultasi ke profesional kesehatan mental.

"Pikiran berulang seperti 'Saya tidak cukup baik' atau 'Saya tidak penting' itu berbahaya karena dapat memicu perilaku yang merugikan diri sendiri," kata Wolkin.

Ketika Anda berpikir seperti ini, Anda cenderung menemukan cara untuk memverifikasi kenegatifan, membuat Anda lebih tertekan.

Rasa bersalah yang ekstrem atas hal-hal yang bukan tanggung jawab Anda sendiri—misalnya, putus cinta atau kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba—juga merusak harga diri Anda dan menunjukkan bahwa Anda mengalami depresi.

Jika merasakan gejala tersebut, segera mencari bantuan ke psikiater atau psikolog.

Hindari melakukan self diagnosis karena bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved