KEPRI TERKINI

Kasus Narkoba di Kepri Jerat Oknum Nelayan, BNNP Ungkap Modusnya

Oknum nelayan jadi tersangka dalam ungkap kasus narkoba di Kepri. Seperti di Bintan dan Anambas misalnya. BNNP pun mengungkap modusnya.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
KASUS NARKOBA DI BINTAN - Nelayan di Bintan jadi tersangka kasus narkoba, Rabu (12/7/2023). Tiga nelayan diketahui menyimpan rapat sabu-sabu seberat 1,3 Kg yang mereka temukan selama 11 bulan hingga baru terungkap polisi. 

Karena sudah ada motif menjual kokain, lanjut dia ada unsur kesengajaan untuk memperoleh dan mengharapkan keuntungan dari penjualan kokain tersebut.

Kedua pelaku di kenakkan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman pidana hukuman mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun," tutupnya.

KATA BNNP Kepri

Letak geografis Kepri yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga menjadi jalur empuk bagi pengedar narkoba memasukkan barang haram itu ke tanah air.

Bukan tanpa alasan, letaknya yang berada di jalur Selat Malaka membuat para sindikat mudah memanfaatkannya.

Tak heran jika penangkapan narkoba kerap terjadi di wilayah Kepri, mulai penangkapan oleh jajaran Polres, hingga Polda bahkan lintas instansi seperti Bea Cukai.

Empuknya jalur perairan Kepri, kerap menyasar masyarakat nelayan lokal. Bahkan juga melibatkan PMI.

Baca juga: Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Henry Kawal Pemusnahan 9 Kg Narkoba di Batam

“Di Kepri memang sering ada penangkapan besar, ratusan hingga ton narkoba. Penangkapan bahkan hampir rutin ada. Ini dikarenakan wilayah kita sebagai pintu masuk narkoba. Jadi narkoba masuk ke Kepri hanya sebentar, hanya transit untuk selanjutnya dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar kepala BNN Kepri melalui Kabid Berantas, Kombes Pol Pramiadi kepada TribunBatam.id melalui sambungan selulernya, Rabu (12/7/2023).

Provinsi Kepri sebagai lokasi transit narkoba justru disebut mengancam nyawa masyarakat pesisir.

Sebab, banyak masyarakat pesisir, nelayan yang kerap terlibat menjadi kurir untuk menjemput dan mengambil narkoba di perairan.

Itu kerap terjadi dari sejumlah penangkapan kasus narkoba di Kepri.

“Daerah Kepri ini bukan tujuan narkoba diedarkan, melainkan tempat transit,” katanya.

Ia pun membeberkan singkat beragam modus masuknya narkoba ke Kepri.

Pertama, melibatkan nelayan lokal untuk menjadi kurir.

Baca juga: Posting Narkoba di Medsos Lalu Viral, Lima Remaja di Karimun Ditangkap Polisi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved