KEPRI TERKINI
Kasus Narkoba di Kepri Jerat Oknum Nelayan, BNNP Ungkap Modusnya
Oknum nelayan jadi tersangka dalam ungkap kasus narkoba di Kepri. Seperti di Bintan dan Anambas misalnya. BNNP pun mengungkap modusnya.
Nelayan disuruh menjemput barang haram itu ke tengah laut, titik pertemuan di tengah laut lalu diantarkan ke darat.
Nelayan diupah Rp 10 juta hingga Rp 50 juta dalam sekali angkut.
Hal itu terungkap dari keterlibatan dua nelayan yang ditangkap di pulau Belukar Moro April 2022 lalu.
Mereka diberi imbalan untuk menjemput narkoba.
Kemudian pada 2023 hal yang sama terjadi pada Nelayan di Karimun.
Tiga orang ditangkap saat menjemput narkoba di Perairan Kepri.
Selain modus melibatkan nelayan lokal, ada juga melibatkan PMI yang hendak pulang ke tanah air.
Tentunya mereka yang masuk keluar jalur ilegal.
Baca juga: Nelayan Bintan Mengeluh, BBM Subsdi Sering Habis, SPBN Jadi Sorotan
Hal itu terungkap setelah beberapa PMI diketahui terpapar jaringan narkoba.
Selain itu, ada jaringan besar juga jaringan kecil untuk mengedarkan narkoba ke tempat hiburan malam.
Semua dilakukan dengan tawaran imbalan yang menggiurkan.
Untuk pintu jalur masuknya narkoba atau lokasi transaksi, BNNP memetakan ada beberapa titik perairan, tentunya di jalur Selat Malaka.
Hanya saja datanya tak bisa dibuka ke publik.
Kombes Pol Pramiadi menyebutkan produksi narkoba tak hanya dilakukan di satu titik.
Produksinya kerap berpindah-pindah.
Bahkan bandar narkoba tak terpusat, melainkan banyak bandar-bandar besar yang memiliki kaki-kaki, jaringan tersendiri secara terputus.
Hanya saja selama ini, narkoba lebih banyak masuk dari negara Malaysia.
“Kita tidak menyebut sumbernya dari Malaysia. Namun selama ini barang itu lebih banyak berasal dari Malaysia dan dibawa para kurir,” katanya.
Ia menyebutkan, BNN sebagai leading sektor terhadap penanganan narkoba di tanah air telah membangun koordinasi yang intens terhadap semua unsur yang punya tugas menindak kasus narkoba.
“Semua data penindakan masuk ke BNN untuk dilaporkan ke bapak Presiden,” tuturnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Novenri Halomoan Simanjuntak/Bereslumbantobing)
Pemprov dan DPRD Kepri Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2025, Ada Kenaikan Belanja Daerah |
![]() |
---|
Wagub Nyanyang Apresiasi Perkumpulan Banjarnahor Jaga Batam Tetap Hijau |
![]() |
---|
Gubernur Ansar Ahmad Pastikan Visi Misi untuk Kepentingan Masyarakat Kepri Sudah Berjalan |
![]() |
---|
Polda Kepri Resmikan Dapur SPPG Markas, Siapkan 3.400 Porsi Makanan Bergizi Gratis Setiap Hari |
![]() |
---|
Estafet Kepemimpinan, PKS Kepri Siap Lahirkan Keputusan Strategis Lewat Muswil VI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.