KESEHATAN

6 Cara Mengobati dan Mencegah Tetanus Setelah Tertusuk Benda Berkarat

Tetanus adalah penyakit serius yang terjadi pada sistem saraf, berikut cara mencegah tetanus akibat menginjak benda berkarat.

kompas.com
Ilustrasi mengobati luka di kaki akibat tertusuk benda berkarat. 

TRIBUNBATAM.id - Tubuh yang tertusuk besi atau benda berkarat rentan terkena tetanus

Tetanus adalah penyakit serius yang terjadi pada sistem saraf.

Penyakit berbahaya ini disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani.

Gejalanya dapat berupa kontraksi otot, terutama otot rahang dan leher. 

Tetanus yang parah dapat mengakibatkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

Dikutip dari halodoc.com, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan tetanus.

Infeksi dari bakteri ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem saraf.

Baca juga: 5 Bahaya Menahan Kencing bagi Kesehatan, Waspadai Infeksi Saluran Kemih

Baca juga: Hal Pertama Dilakukan jika Digigit Anjing, Waspada Infeksi Rabies

Apabila tertusuk benda tajam berkarat seperti paku atau kawat, tetanus berisiko terjadi.

Berikut cara mencegah tetanus akibat menginjak benda berkarat yang dilansir dari berbagai sumber:

  • Cuci Luka dengan Air Mengalir dan Sabun

Hal pertama yang perlu dilakukan saat tertusuk benda berkarat adalah membesihkan luka dengan sabun dan air mengalir.

Saat terluka, banyak orang yang membiarkan uka tersebut atau langsung menutupnya dengan plester.

Padahal, luka wajib dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir.

Alirkan air bersih setidaknya sejumlah 500 ml sampai 1 liter, tergantung luas luka.

Khusus untuk luka akibat benda tajam berkarat, bersihkan juga dengan sabun.

Bersihkan luka selama beberapa waktu.

Gosok perlahan agar dapat membunuh kuman lebih efektif.

  • Keluarkan Kotoran

Dilansir dari Tribunjakarta, usahakan untuk mengeluarkan kotoran dan partikel lainnya yang terlihat. Hal ini penting untuk mencegah tetanus dan melindungi kamu dari infeksi bakteri lainnya pada luka.

Untuk mengeluarkan kotoran dari luka, semprotkan air bersih dengan kekuatan ringan-sedang agar kotoran dapat terbilas keluar dari luka.

  • Gunakan Cairan Antiseptik

Selain mencuci luka dengan sabun dan air mengalir, kamu juga bisa menggunakan cairan antiseptik seperti chlorhexidine atau povidone iodine sebagai bagian dari “obat tertusuk paku”.

Cairan antiseptik memang lebih efektif dibandingkan sabun biasa untuk membunuh bakteri dan kuman.

Namun, biasanya antiseptik akan menimbulkan perih saat mengenai luka, khususnya luka terbuka yang cukup besar.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Luka Bakar, Kenali Dulu Tipe-tipenya

Baca juga: KETAHUI 6 Gejala Infeksi Telinga dan Cara Mengatasinya, Waspadai Sering Gatal

  • Tutup Luka dan Berobat ke Dokter

Sebelum pergi ke dookter, pastikan untuk menutup luka dengan kasa bersih atau plester, khususnya jika luka ada di telapak kaki.

Pasalnya, telapak kaki merupakan area yang paling mendapatkan gesekan dan tekanan cukup kuat.

Selain itu, bagian ini mudah terpapar lingkungan sekitar ketika berjalan.

Bila luka dialami di bagian tubuh yang tidak terlalu mendapatkan gesekan atau tekanan, kamu tak perlu menutupnya dengan kasa atau plester.

  • Ketahui Riwayat Vaksin Tetanus

Riwayat vaksin sangatlah penting dalam menentukan apakah kamu perlu mendapatkan vaksin tetanus jenis aktif atau pasif.

Vaksin aktif adalah vaksin yang mengandung antigen berupa bakteri atau kuman yang sudah mati atau dilemahkan, sehingga menstimulasi tubuh untuk membentuk antibodi terhadap kuman tersebut.

Sedangkan, vaksin pasif adalah vaksin yang mengandung antibodi terhadap suatu jenis kuman.

Apabila kamu tidak mengetahui riwayat pemberian vaksin dalam 5-10 tahun terakhir, maka jenis vaksin yang diberikan adalah keduanya, baik aktif maupun pasif.

  • Lakukan Vaksin Tetanus

Cara mencegah tetanus saat tertusuk paku yang tak kalah penting tentunya vaksinasi.

Contoh vaksin yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT), Tetanus Immunoglobulin (TIG), dan Anti-Tetanus Serum (ATS).

Vaksin tetanus biasanya diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari vaksin difteri, toksoid tetanus, dan komponen antigen bakteri pertusis (DTaP).

Vaksin tersebut memberi perlindungan terhadap tiga penyakit sekaligus, yaitu infeksi tenggorokan dan pernapasan difteri, pertusis atau batuk rejan, serta tetanus.

Bila tidak pernah menerima vaksin tetanus saat masih kecil dan sedang mengalami luka terbuka, kamu sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin.

Semoga bermanfaat.

(*/TRIBUNBATAM.id)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved