KESEHATAN
Cara Mengatasi Panas Dalam dan Penyebabnya dari Kacamata Medis
Beberapa tindakan bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul sebagai cara mengatasi panas dalam, sebagaimana rekomendasi ddokter
TRIBUNBATAM.id - Ada berbagai penyakit yang kerap dialami setiap orang.
Salah satunya adalah panas dalam, yang membuat tidak nyaman penderitanya.
Panas dalam biasanya membuat area tubuh terutama tenggorokan merasa tidak nyaman.
Sebenarnya panas dalam dapat sembuh dengan sendirinya tanpa mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Namun, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul sebagai cara mengatasi panas dalam, seperti:
- Beristirahat hingga kondisi tubuh membaik
- Menghindari aktivitas yang dapat memberi tekanan tambahan pada tenggorokan, seperti berbicara ketika sedang serak
- Minum air putih lebih banyak agar terhindar dari dehidrasi
- Menggunakan pelembap udara atau humidifier di ruangan yang kering
- Mengonsumsi makanan yang dapat membuat tenggorokan dan tubuh terasa nyaman, seperti sup hangat
- Berkumur dengan larutan garam yang dibuat dengan mencampurkan satu sendok teh garam dengan satu gelas air putih untuk mengurangi nyeri di tenggorokan
- Menghindari paparan polusi udara dan asap rokok
- Memahami penyebab panas dalam di atas sangatlah penting agar Anda bisa melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.
- Meskipun begitu, Anda tetap diimbau untuk mencari bantuan medis ketika panas dalam tidak kunjung sembuh dalam tujuh hari atau bertambah parah karena bisa jadi merupakan gejala dari penyakit tertentu.
- Hindari melakukan diagnosis pribadi dan mengonsumsi obat-obatan yang belum terbukti aman secara medis agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca juga: Manfaat Kopi Hitam untuk Kesehatan dan Cara Mengonsumsi dengan Benar
Baca juga: Apa Itu Sayur Silangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan, Ini Kata Ahli
Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa penyebab panas dalam yang perlu diketahui, seperti:
- Terinfeksi virus, seperti selesma dan flu, yang biasanya disertai gejala lain, termasuk batuk
- Terinfeksi bakteri, seperti Streptococcus pyogenes yang menyebabkan rasa sakit dan gatal di tenggorokan
- Mengalami reaksi alergi, seperti dari bulu binatang, debu, dan serbuk sari, sehingga menyebabkan iritasi dan inflamasi pada tenggorokan
- Berada pada ruangan yang sangat kering sehingga tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman
- Terpapar zat penyebab iritasi, seperti asap rokok dan polusi udara
- Melakukan aktivitas yang dapat memicu kekakuan otot di tenggorokan, seperti berteriak atau berbicara dengan kencang
- Memiliki penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) di mana asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman
- Mengidap HIV atau tumor yang salah satu gejalanya adalah rasa tidak nyaman dan sakit di area tenggorokan
- Selain penyebab di atas, beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko panas dalam.
Baca juga: Kosmetik Ilegal Berbahaya bagi Kesehatan, Begini Cara Cek Ijin Edarnya Sebelum Beli
Baca juga: Berapa Lama Tidur Siang yang Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kepanasan-gerah-udara-panas-udara-terasa-panas-saat-hujan-mau-turun.jpg)