KISRUH REMPANG
Menilik Pesona Rempang Lewat Batu Keramat Datuk Panau di Kampung Pasir Panjang
Pesona Pulau Rempang lokasi investasi yang menjadi sorotan menyimpan hal yang menarik untuk diulas. Batu Keramat Datuk Panau misalnya.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
Keberadaan lubang tempat persembunyian sebagai bukti bersejarah era penjajahan juga ditunjukkan, meskipun jejaknya terlihat tak seberapa dalam dan banyak yang sudah tertimbun tanah.
Akses yang dilalui untuk ke batu keramat juga harus menerabas hutan dengan jalan kaki.
Sedikit membuat bingung, apalagi bagi mereka yang pertama kali mendatangi hutan tersebut.
"Boleh saya bilang. Saya kalau berkunjung kesini sendiri saja sedikit khawatir dan tak berani," ucap Pandi.
Seperti tak terawat dan terkesan dibiarkan, Pandi menjelaskan bahwa untuk memetik satu daun saja di kawasan tersebut mereka akui tak memiliki keberanian.
"Bukannya kami tak mau merapikan atau membersihkan. Kami saja untuk memetik daun atau mengambil ranting pohon saja kami tak berani," ungkapnya.
Menghormati peninggalan warisan leluhur dengan cara menjaganya merupakan salah satu cara untuk mengetahui kehidupan saat itu dan menanamkan nilai-nilai luhur yang dianut nenek moyang terdahulu.
Dengan mengetahui sejarah, tentu dapat menjadi patokan untuk bisa menyongsong kehidupan di masa depan menjadi lebih baik.(TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pesona-Rempang-Galang-Batam.jpg)