Selasa, 12 Mei 2026

PENGUNGSI ROHINGYA

Pulau Galang Batam Viral Gegara Pengungsi Rohingya, Warga Ungkap Ada Kisah Cinta

Sebelum heboh Pulau Galang Batam gegara pengungsi Rohingya, warga disana mengungkap kisah asmara antara petugas dengan pengungsi Vietnam.

Tayang:
TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
PULAU GALANG BATAM - Warga Pulau Galang Batam mengungkap kisah asmara antara pengungsi Vietnam dengan petugas jauh sebelum heboh soal pengungsi Rohingya. Potret Kampung Tua Tanjung Banon di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam yang akan dijadikan tempat relokasi warga terdampak proyek Rempang Eco-City. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan publik, bahkan Internasional gegara pengungsi Rohingya.

Tepatnya setelah Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma'ruf Amin mengungkap opsi Pulau Galang sebagai lokasi penampungan bagi pengungsi Rohingya yang viral karena terus berdatangan lewat Aceh sejak November 2023.

Pulau Galang adalah satu di antara pulau di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki sejarah yang unik dan menarik.

Tempat ini pernah menjadi tempat penampungan bagi pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari perang saudara di negara mereka pada tahun 1979 hingga 1996.

Selain ke Pulau Galang, sejumlah pengungsi asal Vietnam juga melarikan diri ke Pulau Kuku, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Jejak peninggalan mereka juga masih ditemukan di sana.

Baca juga: Opsi Pulau Galang Batam Tampung Pengungsi Rohingya serta Seruan Presiden Jokowi

Aryanto, seorang warga di Pulau Galang punya kisah menarik dengan para pengungsi Vietnam di Pulau Galang era tahun 70-an.

Kepada TribunBatam.id, ia dengan senang hati menceritakan kisahnya di masa lalu tersebut.

"Kalau tak salah ingat ya, sampai ada lho petugas yang kecantol gadis Vietnam waktu itu. Tapi tak tahulah apakah mereka nikah atau tidak," ungkap sambil tersenyum, Senin (11/12/2023).

Ariyanto menceritakan pengalaman di masa lalu saat pengungsi Vietnam datang ke Galang.

"Kami tidak bisa langsung berinteraksi dengan mereka, karena mereka dijaga ketat oleh pihak aparat. Kami harus mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum berkomunikasi atau berdagang dengan mereka," ujarnya, Senin (11/12/2023).

Menurut Ariyanto, warga Pulau Galang memiliki keterbatasan dalam berhubungan dengan pengungsi Vietnam karena adanya pengawasan yang ketat dari pihak berwenang. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di pulau tersebut.

Meski begitu, interaksi dalam kehidupan ekonomi seperti jual beli masih bisa dilakukan.

"Kami sering berdagang dengan mereka, tapi harus melalui prosedur. Kami bertransaksi dengan cara barter. Saya bawa jagung, ubi, ikan, dan sejenisnya, nah nanti ditukar dengan kasur, sarden kaleng, dan lainnya," tambah Ariyanto.

Seingat Ariyanto, tidak ada konflik atau masalah yang terjadi antara warga Pulau Galang dengan pengungsi Vietnam saat itu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved