BANJIR ROB DI LINGGA

Banjir Rob di Singkep Barat Lingga Kepri, Warga Selamatkan Perabotan

Banjir rob di Lingga tepatnya Kecamatan Singkep Barat Provinsi Kepri terjadi sudah tiga hari hingga, Minggu (14/1/2024).

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
BANJIR ROB DI LINGGA - Banjir rob di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang terjadi sudah tiga hari hingga Minggu (14/1/2024). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Banjir rob di Lingga menggenangi permukiman rumah warga pesisir Kecamatan Singkep Barat.

Banjir rob di Lingga itu diketahui sudah terjadi selama tiga hari.

Warga yang terdampak banjir rob di Lingga di antaranya RT 03/RW 04 Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh.

Dari pantauan TribunBatam.id, sedikitnya 10 rumah yang berdampak banjir rob di Lingga ke halaman rumah mereka.

Meski tak sampai masuk ke dalam rumah, namun beberapa warga telah bersiap menyelamatkan perabotan mereka agar terhindar dari genangan air asin tersebut

Beberapa halaman rumah mencapai betis hingga paha orang dewasa.

Namun, salah satu rumah juga hingga mencapai pinggang orang dewasa.

Meski begitu, rumah warga tampak dibangun tinggi, sehingga air belum sampai masuk ke rumah warga.

"Belum tahu hari ini, bisa lebih tinggi lagi atau berkurang. Biasanya air asin tiga hari naik sudah tinggi, hari ke empat sudah mulai surut lagi," ungkap seorang warga, Basira kepada TribunBatam.id, Senin (15/1/2024).

Pada tahun sebelumnya, ia mengungkapkan bahkan air laut ini masuk hingga ke dapur rumah mereka.

Sehingga, harus membuatnya memindahkan dan menyelamatkan prabotan rumah yang dinilai berharga.

"Saat ini mudah-mudahan tak masuk sampai rumah, tapi sudah siap selamatkan barang, takut air masuk. Karena ditambah musim hujan juga, jadi air tambah tinggi," terangnya.

Baca juga: Banjir Rob di Jalan RE Martadinata Tanjunguban, Sejumlah Pengendara Pilih Putar Balik

Basira pun mengungkapkan, fenomena ini dianggap biasa bagi perkampungan di sana, sehingga banyak rumah yang dibangun panggung maupun beton tinggi.

Beberapa warga tak khawatir, sehingga hanya menonton fenomena tersebut.

"Yang ada hanya anak-anak berenang, dilihat airnya jernih mereka berenang," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved