MATA LOKAL CORNER

Debat Cawapres Tema Lingkungan, Hendrik Hermawan Berharap Ada Kejutan

Founder Akar Bumi Indonesia, Hendrik Hermawan mengatakan dalam debat Cawapres pada Minggu (21/1/2024) mendatang akan membahas dari sisi lingkungan.

|
TRIBUNBATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
LINGKUNGAN - Founder Akar Bumi Indonesia, Hendrik Hermawan berharap debat cawapres bisa ada kejutan untuk lebih peduli terhadap lingkungan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Founder Akar Bumi Indonesia, Hendrik Hermawan mengatakan dalam debat Cawapres pada Minggu (21/1/2024) mendatang akan membahas dari sisi lingkungan.

Ia menginginkan dalam debat tersebut ada kejutan yang ditampilkan dalam ketiga Cawapres. Sehingga memberikan efek yang baik. Bahkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi.

"Proses demokrasi ini upaya melahirkan pemimpin dan menimbulkan kebijakan baru. Perdebatan sebelumnya cukup kaget. Gibran menguasai," ujar Hendrik MLC Tribun Batam, Kamis (18/1/2024) dengan tema Debat Cawapres adakah kejutan lagi.

Seperti diketahui debat Cawapres pada Minggu (21/1/2024) bertemakan pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.

Baca juga: Agus Wibowo Yakin Gibran Bikin Kejutan di Debat Cawapres, Dikira Cupu Ternyata Suhu

Ia menilai belum banyak paslon Capres atau Cawapres yang pro dengan lingkungan. Keterbatasan SDA yang dieksploitasi secara berlebihan. Ada pemanfaatan SDA yang terkendali bukan ugal-ugalan.

"Beraninya merusak lingkungan. Sanksinya hanya administrasi. Harapan kami ada kejutan. Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan harus dipisahkan. Paslon berani menabrak yang ada sekarang demi terbaik. Di Kepri 50 persen hutannya rusak. Gimana Pilpres ini berefek kepada lingkungan dam masyarakat Kepri," paparnya.

Pemerintah berupaya menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Terutama dari sisi sumber daya alam yang maksimal.

Ia mencontohkan di wilayah Kepri banyak hutan yang terlantar dan diokupasi. Cara memberdayakan masyarakat ada yang kurang ada yang lebih itulah tugas yang akan diperbaiki

Upaya pemerintah dalam ketahanan pangan banyak caranya. Niat pemerintah yang penting. Seperti pengawasan dan pendampingannya.

Hendrik melanjutkan cara-cara yang rezim demi kekuasaan tidak akan berlangsung lama. Kontestasi ini akan menghasilkan presiden yang mampu menghasilkan kebijakan yang baik untuk lingkungan.

"Perlima tahun ini biasa terjadi. Adu gagasan-gagasan," katanya.

Ia menambahkan pemilu akan menghasilkan pemimpin. Pemimpin menghasilkan prestasi untuk memberdayakan sumber daya alam dan manusia. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca berita Tribun Batam lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved