MATA LOKAL CORNER

Diprediksi Debat Capres Terakhir Pasti Ada Pertahanan dan Penyerangan

Dalam hal ini Purwantoro juga meyakini bahwa Partai Buruh pasti memilih Anies Baswedan. Visi Misi Amin program unggulannya salah satunya untuk kesejah

Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Argianto DA Nugroho
Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Kepri, Purwantoro 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Kepri, Purwantoro mengatakan dalam debat Capres terakhir nanti diibaratakan seperti sebagaimana pemain sepak bola pasti ada pertahanan dan penyerangan. Anies pasti menyampaikan informasi yang sesungguhnya pasti dengan data yang fakta.

"Kalau narasinya agak-agak menyerang itu hanya intonasi saja," ujar Purwantoro dalam Mata Local Corner (MLC) di Studio 1 Kantor Tribun Batam, Kamis (1/2/2024).

Dalam hal ini Purwantoro juga meyakini bahwa Partai Buruh pasti memilih Anies Baswedan. Visi Misi Amin program unggulannya salah satunya untuk kesejahteraan buruh di Indonesia.

"Aminajadulu.com disana ada lengkap untuk visi misinya," katanya sembari tersenyum.

Baca juga: Partai Buruh Saat ini Belum Memihak Ke Paslon Capres Manapun

Baca juga: Kesejahteraan Tenaga Pendidik Diperlukan, Ketiga Paslon Harus Mampu Selesaikan Itu

Diakuinya memang pogram ketiga paslon hampir sama. Tetapi etika kepemimpinan yang akan membedakan. Ia menilai apabila program serba ugal-ugalan itulah yang membuat hancur.

Sementara itu, terkait kesejahteraan guru dan dosen, menurutnya pendidikan itu penting. Dan itu menjadi konsen Amien. Meningkatkan kualitasnya bukan hanya kesejahteraannya juga.

"Karakter juga harus dan tidak melanggar peraturannya. Karakter kembali kepada nilai-nilai pendidikan. Gaji guru dan dosen itu otomatis. Banyak yang nemui pak Anies yang gaji guru ditahan-tahan lantaran mau nyoblos ini," katanya.

Purwantoro melanjutkan masih puluhan ribu standarisasi kurang. Tapi ada pula wacana akan dikurangi anggaran pendidikan yang akan dijadikan untuk pembagian makan siang dan susu terakhir.

Ia menambahkan apabila masyarakat bisa menilai antara paslon 1 dan paslon 3 itu bersatu, itu sah-sah saja. Lantaran memang ada ruang-ruangnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

 

Baca berita lainnya di Google News

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved