MATA LOKAL CORNER

Elektabilitas Amin Terus Meningkat Usai Debat, Tiket Kampanye Akbar Melebihi Kapasitas

Dalam kumpul akbar pada 10 Februari 2024 itu, sampai tadi pagi tiket masuknya 15 juta masuk dalam waiting list. Sementera untuk kapasitas didalam hany

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id
Sekretaris TPD Amin Kepri, Purwantoro saat ikut dalam debat di program MLC Tribun Batam 

Purawantoro Sebut Suara Anies Banyak Contohnya Seperti Terjualnya Tiket JIS 10 Februari 2024

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sekretaris TPD Amin Kepri, Purwantoro mengatakan Anies Baswedan hampir menyentuh angka 8 berdasarkan nilai survey yang dipublikasikan oleh Kompas.

Menurutnya melalui angka ini elektabilitas Amin dalam debat semakin meningkat.

"Terimakasih kepada Kompas karena sudah mempublikasikannya," ujar Purwantoro.

Menanggapi dalam debat terakhir, sesi awal Anies terlihat lebih panas, diakirnya terlihat adem, ia menilai kemungkinan itu adalah strateginya.

"Diawal panas diakhir adem. Itu karena diskusi. Namun terlihat yang disampaikan semacam bukan kampanye. Tapi menunaikan UUD 45. Terminologi panas dan adem itu media," ujarnya.

Purwantoro tampak terlihat optimis Amin bisa meraih suara banyak. Hal ini terlihat dari tiket kampanye akbar pada 10 Februari 2024 di Jakarta Internasional Stadion (JIS).

Dalam kumpul akbar pada 10 Februari 2024 itu, sampai tadi pagi tiket masuknya 15 juta masuk dalam waiting list. Sementera untuk kapasitas didalam hanya 9 juta.

Baca juga: TKD Ganjar Mahfud Sebut Makan Siang Gratis yang Digaungka Prabowo Itu Terlambat

Baca juga: Jurus Pamungkas Usai Debat Capres, Masing-masing Paslon Punya Cara Dongkrak Suara

"Dihari Rabu sudah terjual 3.5 juta," ujar Purwantoro dalam debat Tribun Batam, Kamis (8/2/2024).

Dalam hal ini, Purwantoro yakin paslon Amin memiliki banyak suara di Jakarta. Begitu juga didaerah lainnya.

"Kalau putaran kami yakin masuk," katanya.

Perihal bansos di depan istana negara, itu adalah baru terjadi. Bukan mendekati lebaran 2023 lalu.

"Etika ini hal penting. KPU mendapat hukuman dari DKPP baru-baru ini. Inilah yang bergulir terhadap guru-guru besar. Bukan politisasi. Masak guru-guru besar dikatakan politisasi. Kalau seperti ini caranya tim kota parah ini," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

 

Baca Berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved