TRIBUN BATAM PODCAST
Trans Batam, Solusi Moda Transportasi Umum bagi Warga Batam
Kepala UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan Kota Batam, Bambang Sucipto hadir dalam Tribun Batam Podcast bahas Trans Batam. Simak di sini
BC: Transportasi ini menjadi kewajiban yang harus disediakan Pemerintah, sekarang tinggal kesadaran pengguna untuk memanfaatkannya.
Sarana memang sudah lebih layak, contohnya, waktu tunggu sekarang pun tidak terlalu lama, paling lama 30 menit.
Angkutan umum juga dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Namun, untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum perlu tekanan-tekanan dari kebijakan lainnya, misalnya, dari sisi tarif parkir.
Di daerah luar seperti Jakarta, pilihan mereka menggunakan kendaraan umum, karena pertimbangan tarif parkir progresif yang cukup berpengaruh dalam pengeluaran warga. Itu bisa memicu peralihan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
TB: Dengan jumlah penduduk Batam yang mencapai 1,3 juta, berapa banyak jumlah armada Trans Batam yang tersedia?
BC: Pada pengadaan 2004, 2005, dan 2006, itu umurnya sudah 20-an tahun, ada beberapa bus yang sudah tidak layak lagi.
Jumlah bus 82, dipotong unit yang tidak layak pakai, jadi tinggal 60 unit. Di tahun 2024 ini, kami menjalankan kontrak dengan pihak penyedia barang dan jasa, sekaligus investasi armada, atau istilahnya 'by-the-service'.
Kami membeli jasa layanan yang disediakan penyedia, berikut juga penyedia itu menyediakan armada baru sekaligus personel dan biaya operasional.
Ada 20 unit bus yang didapat dari situ, sehingga efektif saat ini kami mempunyai 80 unit armada Trans Batam yang beroperasi.
TB: Berapa kapasitas untuk satu unit bus?
BC: Kami memiliki dua tipe bus, ada tipe medium dan tipe besar. Bus tipe medium berkapasitas 35 penumpang, dan bus tipe besar bisa memuat 80 penumpang. Dari kerja sama terbaru ini, kami melakukan pengadaan khusus untuk bus tipe medium, kenapa?
Baca juga: Bus Trans Batam Kebanyakan Sudah Tua, Dishub Rencanakan Penambahan Unit
Karena bus besar daya angkutnya luas, tetapi waktu tunggunya juga menyesuaikan, cukup lama.
Sementara, jumlah penumpang yang banyak itu di Batam hanya terjadi saat pagi dan sore hari. Sedangkan, bus tipe medium tidak memerlukan waktu tunggu yang terlalu lama.
Selain itu, biaya operasionalnya juga lebih murah.
TB: Waktu tunggu yang lama masih menjadi pertimbangan bagi warga Batam untuk menggunakan Trans Batam, bagaimana menurut Anda?
BC: Waktu tunggu memang idealnya secara nasional adalah lima menit, contohnya seperti Trans Jakarta.
Batam masih memvariasikan. Di jam-jam sibuk pagi hari, trayek Sekupang - Batam Center dan Sekupang - Jodoh, waktu tunggunya per 10 menit. Siangnya, di jam-jam istirahat, sekitar 30 menit; sorenya dirapatkan lagi sekitar 15 dan 10 menit.
| Polda Menyapa Awal 2026, Kabid Humas Polda Kepri Ajak Warga Kolaborasi Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| BP Tanjungpinang: Dari Lahan Kosong menuju Pesaing Singapura, Target Rp90 Miliar per Tahun |
|
|---|
| Sinergi Pemerintah, Masyarakat dan Aparat dalam Menangkal TPPO di Provinsi Kepri |
|
|---|
| Kendaraan Lalu Lalang di Jalan Batam Tanpa Uji KIR, Apakah Ada Sanksi? |
|
|---|
| Tribun Batam Podcast Kupas Peran Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21022024podcast.jpg)