Kamis, 30 April 2026

MATA LOKAL CORNER

Keterwakilan Perempuan 30 Persen di Partai Sejuh Ini Masih Sulit Terlaksana

Berdasarkan aturannya, Partai politik (Parpol) memang harus menampung 30 persen keterwakilan perempuan. Padahal sebenarnya dibuat nomor urut berapapun

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/ist
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dari PKS, Siti Nurlailah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dari PKS, Siti Nurlailah mengatakan pada periode 2019-2024 ada 4 orang perempuan. Penyumbang terbesar dari dapilnya yaitu dapil 2 Bengkong Batu Ampar.

Berdasarkan aturannya, Partai politik (Parpol) memang harus menampung 30 persen keterwakilan perempuan. Padahal sebenarnya dibuat nomor urut berapapun berpotensi jadi.

"Ada yang bilang juga harus nomor cantik. Kalau saya nomor 1. Ada juga yang beranggapan pelengkap 30 persen selesai. Kalau berangkat hanya melengkapi maka jadilah seperti itu. Tapi kalau maindset berjuang, maka pasti jadinya berjuang," kata Siti dalam MLC Tribun Batam, Kamis (14/3/2024).

Siti mengatakan sejauh inu mencari 30 persen saja keterwakilan perempuan dalam dunia politik cukup sulit. Sehingga penting pengkaderan dalam partai politik.

Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar Dorong Pemda Lakukan Percepatan Penurunan Stunting 

"Semua dapil kita memenuhi 30 persen itu," katanya.

Siti menuturkan di DPRD Kota Batam ada 50 anggota dewan dan memiliki anggaran pokir masing-masing. Biasanya ia turun selalu mengakomodir masukan-masukan masyarakat.

"Kerugian tidak terpilihnya perempuan sebenarnya tak rugi-rugi amat. Eksekutif juga punya peran yang luar biasa. Dengan pokir dewan ini, masukkan anggarannya kepada UMKM dan pemberdayaan perempuan," katanya.

Kalau laki-laki, pokirnya lebih mengakomodir kepada proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Lantaran tidak bersedia untuk repot. Misalnya pengaspalan, pembangunan dan lainnya.

Baca juga: Dinding Terjal Perempuan Menembus Kursi Dewan, Banyak yang Belum Punya Kesempatan

"Di Banggar kami memperjuangkan stunting. Program yang dicanangkan eksekutif, dimachingkan dengan hasil masukan di masyarakat," ujarnya.

Ia melanjutkan, dana pokirnya ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan. Sehingga dalam kegiatan-kegiatannya melibatkan penuh perempuan dan memberikan dampak positif terhadap perempuan. Sehingga masyarakat bergulir ekonominya.

"Kemapanan akan mengalahkan ketampanan," katanya.

Perihal ada calon perempuan dalam Pilkada sebagai politisi, melihat arahan partai. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved