MATA LOKAL CORNER

Kurangnya Keterlibatan Perempuan di Politik Berdampak Kepada Kebijakan Perempuan

Lantas apa dampak minimnya keterwakilan perempuan didunia politik? Menurutnya kurangnya kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perempuan. 

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id
MATA LOKAL CORNER - Fisipol Unrika Linayati Bestari Saat hadir dalam kegiatan MLC di Tribun Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dosen Fisipol Unrika Linayati Bestari mengatakan keminatan perempuan terhadap dunia politik sejauh ini memang masih kurang. 

Padahal jumlah laki-laki dan perempuan di Badan Pusat Statistik (BPS) hampir tidak jauh beda.

"Ada kultur dimasyarakat banyak yang beranggapan perempuan tak bisa jadi pemimpin. Tapi hari ini perempuan masih strugle terhadap dunia politik," ujar Linayati dalam MLC Tribun Batam, Kamis (14/3/2024).

Lantas apa dampak minimnya keterwakilan perempuan didunia politik? Menurutnya kurangnya kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perempuan. 

Pasalnya kaum perempuan juga bisa membuat kebijakan.

Baca juga: Dinding Terjal Perempuan Menembus Kursi Dewan, Banyak yang Belum Punya Kesempatan

"Gender tidak bisa dimasukkan dalam sebuah lini," ujarnya.

Terkait kepemimpinan perempuan saat Pilkada, sebagai akademisi akan melihat sebagai calon yang fokus kepada pendidikan. 

Kalau ada muncul perempuan itu bagus. Apalagi memiliki kapasitas dan kapabilitas.

Baca juga: Legenda Arsenal Sebut Capaian Jurgen Klopp Sudah Lampaui Arsene Wenger

"Pemimpin itu tak ujuk-ujuk lahir. Melalui proses yang cukup panjang dan paham hiruk pikuk di perpolitikan,"katanya.

Ia menambahkan perempuan yang menyala itu peremuan yang bisa menjadi dirinya. Turut andil mengambil kebijakan. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved