Kamis, 23 April 2026

Cara Mengatasi Duck Syndrome, Kenali Jenis, Penyebab, dan Faktor Risikonya

Mengenal istilah duck syndrome sebagai salah satu kondisi psikologi, ketahui jenis, penyebab, faktor risiko, dan cara mengatasinya berikut.

Canva
Ilustrasi - Mengenal istilah duck syndrome sebagai salah satu kondisi psikologi, ketahui jenis, penyebab, faktor risiko, dan cara mengatasinya berikut. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut cara mengatasi duck syndrome, kenali jenis, penyebab, dan faktor risikonya.

Istilah duck syndrome mulai ramai diperbincangkan sejak 2 tahun lalu.

Fenomena ini mulanya viral di media sosial Twitter atau X dari salah satu cuitan akun.

Dalam cuitan tersebut, pemilik akun menjelaskan poin-poin tentang duck syndrome.

Ia mengaku kerap memenuhi ekspektasi yang tinggi dari lingkungan, ingin terlihat sempurna, hingga mengalami kejadian traumatis.

Baca juga: Cara Mengatasi Post Holiday Blues, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Lantas, apa itu duck syndrome?

Mengenal duck syndrome

Menurut Medicinenet, duck syndrome adalah kondisi ketika seseorang terlihat sangat tenang namun pada kenyataannya mereka merasa panik karena tuntutan lingkungan.

Duck syndrome bukan merupakan diagnosis kesehatan mental formal.

Istilah ini diperkenalkan oleh Stanford University.

Pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair), Margaretha Rehulina, S.Psi., G.Dip.Psych., M.Sc., mengatakan bahwa istilah tersebut menggambarkan mahasiswa Stanford di tahun pertama.

Saat itu mereka menampilkan diri seperti bebek, di atas permukaan air terlihat tenang, padahal di bawah air kakinya sedang berenang dengan sangat cepat.

"Supaya tidak terlihat kalah, maka mereka harus bersikap seperti bebek yang tenang padahal di balik itu semua sedang mengalami perjuangan, kegelisahan, dan ketakutan," ujarnya, dilansir dari KompasTV.

Umumnya, fenomena ini muncul ketika seseorang sedang berusaha menyesuaikan diri di lingkungan.

Duck syndrome biasanya menimbulkan beberapa hal, seperti depresi, kecemasan, atau tahap awal dari banyak penyakit mental (manifestasi).

Biasanya muncul sebagai reaksi terhadap stres.

Baca juga: Cara Sederhana Atasi Stres, Merawat Diri hingga Praktik Mindfulness

Jenis duck syndrome

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved