Jumat, 8 Mei 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Kesenian Lesung Alu Khas Natuna Kepri Siap Pukau Wisatawan Mancanegara

Kesenian Lesung Alu khas Natuna Kepri masih eksis di kabupaten terdepan di Indonesia ini, serta jadi peluang meningkatkan pariwisata Kepri.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Tujuh seniman Lesung Alu tengah memainkan kesenian tradisional khas Natuna di Natuna Dive Resort, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (12/5/2024) malam. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kesenian Lesung Alu di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini masih eksis.

Kesenian tradisional masyarakat Natuna ini selalu ditampilkan pada event atau kegiatan tertentu.

Kesenian dari peralatan panen berupa pengupas kulit padi tradisional itu menghasilkan nada dan musik yang enak didengar jika dimainkan dengan ritme dan tempo tertentu.

Alat tersebut terdiri dari lesung kayu beserta sejumlah penumbuk atau alu.

Menurut Jumri, seorang seniman lesung alu dari Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna mengatakan bahwa, kesenian Lesung Alu merupakan kesenian tradisional masyarakat Natuna yang sudah ada sejak zaman penjajahan di masa lampau.

Permainan alat panen tradisional hanya bisa dimainkan 7 orang.

Masing-masing orang itu akan memegang alu kemudian menumbuk beras di dalam lesung kayu.

"Alu yang digunakan ini ada namanya, ada Gam, Tung, Tou, Tik dan pengiring. Ukuran alu juga beda-beda. Ada yang panjang, sedang dan pendek," kata Jumri pada Gala Diner Natuna Geopark Marathon 2024 di Natuna Dive Resort, Natuna, Minggu (12/5/2024) malam.

Ia melanjutkan, panjang alu rata-rata 1,5 meter hingga 2 meter lebih.

Perbedaan panjang alu sangat dibutuhkan agar menghasilkan nada atau suara yang berbeda saat ditumbuk kedalam lesung.

Sementara itu, kesenian Lesung Alu sendiri sudah dilestarikan secara turun temurun.

"Kalau di Ceruk, sanggar ini mulai dibentuk sekitar tahun 1990-an," jelas Jumri.

Baca juga: Obyek Wisata Natuna di Ranai, Ada Batu Sindu dengan Bebatuan Granit Motif Sulur

Tapi kata Jumri, kesenian ini sudah ada sejak masa lalu dan diturunkan ke generasi berikutnya.

Ia menceritakan, kesenian alu berawal dari ketika petani padi panen.

Seluruh daerah di natuna menggunakan lesung untuk menumbuk hasil ladang seperti padi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved