BATAM TERKINI
Tarif Parkir di Bawah Jembatan 1 Barelang Batam Mahal, Satu Motor Kena Rp10 Ribu
Warga keluhkan tiket parkir di Tanjung Penarik yang berada di bawah Jembatan 1 Barelang Batam mahal. Sebab satu motor kena Rp 10 ribu
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tarif parkir di Jembatan 1 Barelang Batam jauh dari kata normal, baik di atas jembatan maupun di bawah jembatan.
Pantauan Tribun Batam di lapangan, tarif yang diberikan bahkan lima kali lipat dari angka yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam--tarif normalnya Rp 2 ribu.
"Untuk biaya parkirnya 1 motor Rp 10 ribu kak, bayarnya sekarang," ujar seorang tukang parkir kepada Tribun Batam, Minggu (12/5/2024).
Lantas tukang parkir tersebut memberikan sebuah karcis berwarna kuning yang di dalamnya tertulis Tiket Masuk Tanjung Penarik.
Baca juga: Warga Pertanyakan Uang Parkir di Bawah Jembatan I Barelang, Sekali Parkir Rp 10 Ribu
"Seri C. Tahun 2024. Tiket Masuk Tanjung Penarik. Motor Rp 10.000. Berlaku untuk satu kali parkir," isi tulisan di karcis itu.
Meskipun dengan nominal pembayaran parkir yang besar, pihaknya juga menuliskan bahwa kehilangan motor dan barang berharga tidak menjadi tanggung jawab tukang parkir.
Atas tarif ini, salah seorang warga Batam terkejut dan mengeluh terkait besarnya tarif parkir yang diberikan.
"Ini nih enggak wajar kalau parkir segini. Apalagi kalau hilang barang mereka juga tak mau tanggung jawab," ujar Arif, seorang warga yang sedang berkunjung ke Tanjung Penarik.
Ia heran karena menurutnya angka tersebut dinilai sangat besar dan tak ada jaminan untuk risiko kehilangan.
Arif yang datang bersama istrinya baru pertama kali parkir di bawah jembatan. Itu karena memang berniat untuk menaiki boat pancung agar lebih dekat dengan lokasi.
"Kalau di Dendang Melayu atas itu Rp 5.000, di sini kaget bisa-bisanya Rp 10 ribu. Ya pikir saya biar deket kan mau naik boat, enggak tahunya gede banget tarif parkirnya," tambahnya.
Ia juga mengaku prihatin dengan adanya pungutan yang melebihi batas normal ini bisa mencoreng nama lokasi wisata, dan dikhawatirkan membuat kunjungan wisata menurun.
Baca juga: Juru Parkir Liar Menjamur di Batam, Dishub Gandeng Polisi Akan Lakukan Penertiban
Fenomena pungutan parkir liar ini juga pernah terjadi sebelumnya di Jembatan 1 Barelang. Bahkan sudah ditindak berulang kali.
Namun beberapa oknum seperti tidak ada kapoknya dan masih berani melakukan pungutan liar (pungli). Sebab kawasan ini menjadi lokasi yang banyak dikunjungi baik sore maupun malam hari. Momen itu yang dimanfaatkan para oknum untuk melakukan pungli. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca berita lainnya di Google News
Mahasiswi Ungkap Beratnya Jadi Guru di Pulau, Ini Respons Wali Kota Batam |
![]() |
---|
Amsakar Jawab Tuntutan Mahasiswa, Ajak Sosialisasi Kesadaran Warga soal Sampah dan Banjir |
![]() |
---|
BEM SI Kepri Nilai Kebijakan Investasi Batam Jauh dari Kepentingan Rakyat |
![]() |
---|
Batam Jadi Tempat Penyelundupan Manusia, Sepanjang Tahun Polda Kepri Tangkap 84 Mafia TKI |
![]() |
---|
Bahas RKUHAP, DPR RI Kumpulkan Aparat Penegak Hukum di Kepri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.