MATA LOKAL CORNER

Akademisi Robby Patria Yakin Pilkada Batam Tak Lawan Kotak Kosong: Masih ada Waktu

Akademisi UMRAH, Robby Patria optimistis Pilkada Batam tak lawan kotak kosong. Menurutnya, masih ada waktu hingga pendaftaran bakal paslon dibuka.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id
PILKADA BATAM 2024 - Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Robby Patria dalam program Mata Lokal Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (8/8). Ia masih optimistis Pilwako Batam 2024 tak melawan kotak kosong alias game over. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Robby Patria optimistis jika Pilkada Batam 2024 belum final melawan kotak kosong alias game over.

Menurutnya istilah itu mengingatkan pada permainan video era 1990-an, dimana permainan berakhir jika kalah.

Meski situasi peta politik Pilkada Batam 2024 mulai terlihat, menurutnya masih ada waktu untuk memastikan apakah Pilkada Batam 2024 benar-benar game over atau tidak.

"Untuk Pilkada Batam saya rasa masih ada 2 minggu lagi, belum bisa kita sebut game over," ungkap Robby Patria, Kamis, (8/8).

Menurutnya, perubahan masih mungkin terjadi.

Seperti partai yang menarik dukungan atau mengajukan calon baru.

"Begitu harapannya, karena biar terjadi kompetisi yang sehat di Kota Batam," katanya.

Ia mengatakan bahkan jika hanya ada satu calon yang mendaftar, itu belum tentu menjadi akhir dari segalanya.

Dia mencontohkan Pilkada Makassar, dimana hanya ada satu calon melawan kolom kosong setelah calon incumbent dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dugaan kampanye yang masif.

Dalam kasus ini, kolom kosong menang meskipun calon yang bertarung merupakan bagian dari keluarga Yusuf Kalla, yang sangat dikenal di Indonesia.

Robby Patria juga menekankan pentingnya mendengarkan kebutuhan publik, karena keinginan rakyat tidak bisa diatur oleh elite politik.

Baca juga: Gerindra Batam Tak Anggap Remeh Potensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024

"Nah yang menarik sampai mahkamah konstitusi juga kalah, karena selisihnya cukup jauh waktu itu. Seperti ini bisa terjadi di Batam. Tetapi hampir 90 persen lebih ya menang, adalah calon dari partai. Karena kan sampai 2020, partai tetap menang terus melawan kolom kosong. Kecuali itu yang terjadi di Makassar dan di Pati," sebutnya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved