BATAM TERKINI
AKBP Suherman Zein dari Polda Kepri Bicara Tantangan Berantas Kejahatan Digital
Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Suherman Zein menyebut beberapa tantangan dalam upaya berantas kejahatan digital yang dilakukan polisi
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tantangan terbesar yang dihadapi oleh kepolisian dalam memberantas kejahatan di dunia digital, salah satunya pada pembuktian.
Hal ini disampaikan Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Suherman Zein, dalam bincang perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Ia berbagi pengalamannya melakukan kerja-kerja penyidikan kejahatan cyber.
Suherman bahkan sampai mengikuti pelatihan metode investigasi kejatan digital hingga ke China alias Tiongkok selama 14 hari. Ilmu pelatihan yang diperolehnya di negara Tirai Bambu itu menambah bekal dalam berkecimpung di dunia penindakan kejatahan di dunia digital.
Terkait pembuktian dalam kejatan siber, Suherman menyatakan, banyak tantangan dihadapi. Di antara kerumitan terletak pada kemampuan pelaku tindak kejahatan untuk menyembunyikan bukti digital mereka di balik lapisan-lapisan password.
Baca juga: Pinjol dan Judi Online Marak, Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kepri Bicara Penindakannya
"Eviden yang cukup sulit. Kenapa eviden sulit karena pelaku kejahatan mampu menyembunyikan eviden tersebut yang harus dibuka dengan password-password tertentu," ungkapnya, Kamis (15/8/2024) di Batam.
Karakteristik pelaku dalam membuat password dan upaya mereka untuk menghapus jejak digital, menjadi hambatan utama dalam pengungkapan kasus.
Selain itu, penggunaan akun-akun palsu yang hanya bisa dibuka dengan kerjasama pihak penyedia aplikasi, kadang meningkatkan kerumitan proses investigasi.
"Ada karakteristik orang dalam membuat password. Contohnya, dalam eviden-eviden ini karena langkahnya sudah dilakukan, ada jejak digital, orang-orang ini akan menghapus dengan caranya. Yang kedua, kemudian mereka membuat akun-akun fake, akun-akun fake yang pada kasus tertentu hanya bisa dibuka dengan kerja sama dengan penyedia aplikasi," jelasnya.
Tingkat keamanan yang tinggi pada perangkat handphone salah satunya handphone tertentu dengan seri terbaru menjadi tantangan baru.
Dalam beberapa kasus, bahkan penyidik di Amerika Serikat pun kesulitan untuk membuka perangkat tersebut tanpa kesediaan pemiliknya, akibat tingginya tingkat keamanan password-nya.
Hal itu pernah terjadi pada pengungkapan kasus yang dilakukan orang Indonesia, dimana pelakunya berada di Amerika Serikat dan penyidik Amerika Serikat sampai harus meminta langsung ke pemilik handphone membuka password.
Selain pembuktian, penanganan iklan-iklan yang mempromosikan judi online, penyebaran informasi palsu, dan sejenisnya juga menjadi perhatian.
Suherman menjelaskan, kepolisian memiliki pasukan siber yang secara aktif memantau dan menganalisis aktivitas di dunia maya.
"Jadi di kita itu kita mempunyai pasukan siber, cyber troop namanya. Jadi cyber troop ini yang melakukan kontrol, kemudian kita yang melihat situasi, perkembangan di dalam dimensi penggunaan internet," ujarnya.
Baca juga: Kepala OJK Kepri Bagikan Tips Agar Terhindar dari Modus Kejahatan Digital Banking
Konten-konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti konten separatisme, radikalisme, dan pemecah belah, akan dilaporkan ke Kominfo untuk ditindaklanjuti.
| Harga LPG Non-Subsidi Naik di Batam, Tabung 12 Kg Tembus Rp243 Ribu, Gas Melon Aman |
|
|---|
| Begal Sadis Menangis Saat Dikeroyok Warga di Batam, Ternyata Pelaku Seorang Residivis |
|
|---|
| Korban Penggelapan Mobil Tunggu Hingga Subuh di Polresta Barelang, Muncul Dugaan Kasus Lain |
|
|---|
| Warga Sekupang Menjerit, Bau Menyengat Diduga dari PT Hong Yuan Bikin Sesak Napas Tiap Malam |
|
|---|
| Aksi Penendangan di Batam Picu Kemarahan Polisi, Ratusan Motor Brong Disikat Satlantas Barelang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16082024Suherman-Zein.jpg)