Penemuan Mayat di Karimun
Remaja Karimun Tewas Diduga Korban Bullying, Polisi Periksa Guru Hingga Teman Cinta
Polisi di Karimun untuk saat ini belum menemukan unsur bullying dalam kasus tewasnya Cintami Putri Febriza (16).
Menurutnya, selama ini korban aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler diantaranya Pramuka, Kerohanian Islam (Rohis), PMR dan PIK-R.
"Saya tidak pernah mendapatkan laporan dari wali kelas maupun guru BK kalau Cintami menjadi korban pembullyan," ujar Zurkani.
Baca juga: Ibu Cintami di Karimun Terisak Ungkap Anaknya Sosok Pendiam dan Tertutup
"Kalau korban mengalami bully tentu dia pasti tidak akan aktif dalam berkegiatan. Sementara korban mengikuti empat ekskul dan cukup aktif. Selama ini orangtuanya juga tidak pernah mengadukan anaknya jika memang dibully," timpanya.
Diketahui, saat kejadian waktu pembelajaran di sekolah telah usai.
Namun korban CPF dan rekannya bernama Rudi Ramadhani diketahui tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ke dermaga Airud lama di Sei Sebesi.
"Sudah pulang sekolah, dari sekolah ke lokasi sekitar 3 kilometer, lokasi itu bekas rumah sakit apung. Memang jalan tersebut cukup sepi jarang dilewati orang. Malah dapat kabar korban jatuh ke laut di lokasi itu," ujarnya.
"Bikin saya terkejut membaca berita Cintami menjadi korban bully. Karena korban pernah juara dalam lomba dan anaknya ini sangat aktif. Terakhir kemarin dia ikut karnaval menggunakan pakaian pengantin," ujarnya.
Baca juga: Remaja 16 Tahun di Karimun Nekat Lompat ke Laut Diduga Jadi Korban Bullying
Selain itu dalam kurikulum pembelajaran, Kepala SMA Negeri 1 Kundur selalu menyampaikan arahan kepada siswa-siswi untuk tidak melakukan perundungan ataupun bullying.
"Berulang kali saya selalu menyampaikan kepada anak-anak. Termasuk amanat kemarin (Senin-red) kepada anak baru kelas 10, 11 dan 12 kalau mereka adalah rekan seperjuangan dan stop bully di lingkungan sekolah," ujarnya.
"Bullying ini menjadi kasus nasional. Saya juga memaparkan kejadian bullying yang terjadi di Tanggerang kemarin untuk dapat dihindari hal itu terjadi di SMA Negeri 1 Kundur," timpanya.
Zurkani menjelaskan proses apabila adanya pemasalahan siswa-siswi harus di selesaikan melalui wali kelas terlebih dahulu.
"Nanti dari wali kelas akan diselesaikan di guru BK, kemudian ke guru bagian kesiswaan, setelah itu baru ke saya selaku Kepala Sekolah. Sementara korban ini tidak seperti itu orangtuanya tidak pernah di panggil oleh walikelas kalau memang korban bermasalah," ujarnya.
Meskipun begitu, adanya kejadian tersebut proses pembelajaran siswa-siswi SMA Negeri 1 Kundur tetap bejalan seperti biasanya. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
TribunBreakingNews
breaking news karimun hari ini
breaking news
Karimun
Kecamatan Kundur
Polsek Kundur
| Warga Karimun Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Belakang Kedai Kopi saat Lebaran |
|
|---|
| Pria di Karimun Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos, Saksi Cium Bau Busuk di Lokasi |
|
|---|
| Tragedi Pohon Jengkol, Lansia di Karimun Ditemukan Tewas Tak Wajar di Desa Sawang Laut |
|
|---|
| Lansia Sebatang Kara Ditemukan Tewas di Rumah, Kondisi Sudah Membusuk |
|
|---|
| Penemuan Mayat di Bedeng Belakang Kafe Janji Jiwa Karimun, Ini Identitas dan Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Evakuasi-mayat-remaja-putri-di-Karimun-svnk.jpg)