ANAMBAS TERKINI

Seleksi Pelamar Kerja PT GDSK di Anambas Geger, Pencaker Tuding Ada Kecurangan

Sejumlah pelamar kerja PT GDSK di Anambas memutuskan mogok ikut serta tes seleksi setelah mereka menuding adanya kecurangan dalam tahapannya.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Novenri Halomoan Simanjuntak
Puluhan pelamar kerja di Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bereaksi menolak tes rekrutmen PT Gobel Dharma Sarana Karya atau PT GDSK, Kamis (12/9/2024). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sejumlah pelamar kerja PT Gobel Dharma Sarana Karya atau PT GDSK di Anambas bereaksi menolak tes rekrutmen.

Penolakan puluhan pelamar kerja ini berlangsung spontan saat tes di aula Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sebagai informasi, PT GDSK merupakan perusahaan yang berlokasi di Jakarta Timur yang mengurusi logistik salah satu perusahaan migas di Matak Base.

Pantauan TribunBatam.id, puluhan pelamar kerja di Anambas yang awalnya hendak mengikuti tes ini telah tiba sejak pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Mulanya tes berjalan lancar dengan masuknya sejumlah pelamar ke ruangan yang disediakan dengan tim penilai dari DKUMPP Trans Naker Anambas.

Tak berselang lama, para pelamar kerja yang lain mulai bereaksi dengan berkumpul di area yang tak jauh dari ruangan tes.

Di sela-sela perkumpulan para pelamar kerja itu, seorang pegawai rekrutmen memanggil sejumlah nama untuk menjalani tes.

Namun oleh sejumlah pelamar kerja, panggilan itu tak dihiraukan dan mendadak mogok tes.

Atas reaksi spontan itu, pegawai rekrutmen pun memilih mundur dan tampak sejumlah petugas Satpol PP yang mulanya bertugas mulai bertambah dan berjaga di area luar ruangan tes.

Seorang pelamar kerja, Al Amin mengatakan, reaksi mogok tes pihaknya di lokasi dilakukan secara spontan atas kesepakatan bersama.

Buntut dari penolakan tes rekrutmen PT GDSK ini, karena adanya indikasi kecurangan atas lulusnya lima orang pelamar yang tak mereka ketahui.

Baca juga: Bupati Anambas Lantik Kades Matak PAW, Ingatkan Hati-Hati Kelola Dana Desa

"Setelah kami tahu mereka itu lolos dan kami protes akhirnya keputusan itu dibatalkan dan lima orang itu infonya kembali ikut tes hari ini," ujarnya saat diwawancarai.

Al Amin juga mengungkapkan, dilaksanakannya kembali tes rekrutmen ini seolah memperjelas adanya indikasi kecurangan tersebut.

Ia bersama sejumlah pelamar lainnya sangat menyayangkan terjadinya hal itu sehingga menuntut adanya keterbukaan informasi rekrutmen yang jelas.

Al Amin juga menyinggung adanya syarat khusus sertifikasi T-Bosiet dan surat keterangan kesehatan MCU yang dinilai memberatkan para pelamar karena tidak adanya jaminan lolos.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved