Kecelakaan Maut
Pengakuan Warga Melihat Kecelakaan Maut di Bintan, Merinding Jika Ingat Kembali Kejadian
Korban meninggal dan luka-luka di bawah ke RSUD Bintan menggunakan mobil ambulance milik rumah sakit.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
TRIBUN BATAM. id, BINTAN - Saksi mata yang melihat kecelakaan maut di kawasan Sei Nam, Bintan Timu mengaku takut jika harus mengingat kembali.
Boy (35) saksi mata saat ditemui Tribun Batam.id di lokasi mengatakan, kecelakaan kemarin sore menyita perhatian masyarakat dan pengendara yang melintas.
Jalanan sempat macet kurang lebih 30 menit lamanya.
Beruntung polisi dan tim medis cepat turun ke lokasi sehingga semuanya bisa teratasi.
Korban meninggal dan luka-luka di bawah ke RSUD Bintan menggunakan mobil ambulance milik rumah sakit.
"Semenjak saya tinggal di sini. Ini merupakan peristiwa paling tragis yang saya lihat," kata Boy.
Dia mengaku merinding melihat kejadian tersebut.
Baca juga: Kecelakaan Maut Libatkan Empat Kendaraan, Pengendara Wanita Tewas di Tempat Karena Terjepit
"Saya sampai ngak kuat melihat polisi evakuasi tiga korban itu. Pokoknya kasihan sekali," kata dia.
Ada tiga korban terlibat dalam tabrakan maut itu. Dua meninggal dan satu alami patah kaki.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan antara dua sepeda motor terjadi di jalan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/9/2024).
Akibat kejadian itu dua pengendara sepeda motor meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menurut keterangan dari Kanit Gakkum Ipda Juang, peristiwa itu terjadi pada pukul 17.30 WIB.
Kejadian tersebut melibatkan dua sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna Biru BP 5245 JW yang dikendarai oleh Sumardi (42) dengan Sepeda Motor Suzuki Satria R warna hitam BP 6169 BL yang dikendarai oleh M. Hade.
"Kedua motor datang dari arah berlawanan," jelas Juang, Minggu (29/9/2024).
Motor Jupiter datang dari arah Sei Enam menuju ke arah Kijang. Sementara motor Satria R datang dari Kijang menuju ke Sei Enam.
"Keduanya sama-sama melaju kencang," ucapnya.
Baca juga: Kronologis Kecelakaan Maut di Linnga, Sebelum Tewas Pelajar SMA Menyalip Kendaraan di Depannya
Dijelaskannya, Sumardi saat kejadian berboncengan dengan Hambali (54) yang kini masih di rawat di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.
Saat ini pihak kepolisian masih menganalisa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
"Kami masih dalami peristiwa tersebut, belum diketahui penyebab pastinya. Apalagi kedua pengendara tewas di lokasi kejadian," ungkap Juang.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Bintan, drg Tony mengatakan, seorang pasien Hambali saat ini sudah di rujuk ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.
"Pasien sebelumnya dirawat di RSUD Bintan, namun sudah di rujuk," kata Tony.
Pasien mengalami patah kaki dan sedang dalam perawatan. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).
Kecelakaan Maut di Surabaya, Sepulang Ospek Mahasiswi Tewas Terlindas Truk |
![]() |
---|
Anak Kapolres Solok Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Padang, Polisi Beberkan Kondisi Korban Lainnya |
![]() |
---|
Imbas Anak Kapolres Solok Tewas Tertabrak Kereta Api, BTP Kelas II Padang Akui Belasan EWS Rusak |
![]() |
---|
Kondisi Terkini 7 Korban Kecelakaan Mobil Tabrak Kereta di Padang, Anak Kapolres Solok Tewas |
![]() |
---|
Putri Kapolres Solok Tewas Kecelakaan Mobil Ditabrak Kereta Api, Warga Keluhkan Sirine Perlintasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.