LINGGA TERKINI

Dua Warga Singkep Lingga Terjangkit DBD, Dinkes Minta Warga Lakukan PSN Dibanding Fogging

Dinkes Lingga imbau warga utamakan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk tekan DBD dibanding lakukan fogging. Ini sebabnya

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Dinkes Kabupaten Lingga melakukan fogging dan PSN di lingkungan rumah warga Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Selasa (8/10/2024) sikapi dua warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Dua warga di Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Seiring masuknya musim hujan, warga setempat mengungkap banyak nyamuk bertebaran di lingkungan rumah mereka.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga, Wirawan Trisna Putra membenarkan temuan kasus DBD di Bukit Abun tersebut.

Dalam kasus ini, Wirawan mengimbau dan memberikan edukasi ke warga, untuk mengutamakan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Tanjungpinang Turun Dalam 4 Bulan, Tersisa 7 Kasus DBD

Ia menjelaskan, ketika ada temuan kasus DBD, tidak serta merta dilakukan fogging atau pengasapan terhadap nyamuk.

Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk secara luas.

"Tetapi fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa, tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk," kata Wirawan kepada Tribunbatam.id, Selasa (8/10/2024).

Ia menekankan, pentingnya PSN dengan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Mengubur, Menutup tempat yang berpotensi dalam perkembangbiakan nyamuk.

Sementara, Plus dilakukan, seperti membersihkan atau mengeringkan tempat menampung air terbuka, tidak menggantung pakaian di dalam rumah, dan mengatur pencahayaan dan ventilasi yang memadai menggunakan obat anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk.

Selain itu juga melakukan larvasidasi menggunakan Abate, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak, hingga memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, seperti cupang, tempalo, nila, dan lain-lain.

Wirawan juga menimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada terhadap genangan air yang berisiko menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

"Warga bisa memeriksa ada genangan air, meskipun wadahnya kecil. Seperti di dispenser, tempat minuman burung, dan juga genangan air di lingkungan sekitar. Tindakan PSN lebih efektif untuk memberantas nyamuk, sementara fogging hanya membunuh nyamuk dewasa," kata Wirawan.

Baca juga: Kasus DBD di Lingga, Puskesmas Dabo Lama Tangani 10 Kasus Demam Berdarah di 2024

Terhadap lokasi temuan DBD, pihaknya melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan PSN di sekitar lingkungan yang berjarak 100-200 meter, dari penemuan kasus DBD.

Dinkes Lingga bersama Puskesmas Dabo Lama juga melakukan fogging di lingkungan rumah warga yang terdampak sekira pukul 17.00 WIB.

"Masuk musim hujan ini, warga diharapkan tetap menjaga lingkungan yang bersih dengan 3M Plus tersebut," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved