Rabu, 22 April 2026

PLTS Tanjung Uma di Batam Bangkitkan Harapan Rasida dengan Usaha Laundry

Hadirnya PLTS Tanjung Uma di Kota Batam, Provinsi Kepri membuka peluang bagi Rasida untuk membuka usaha laundry. Sudah 3 tahun ia menekuni usaha itu.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
PLTS TANJUNG UMA – Rasida, pemilik LIDIA Laundry sedang merapikan pakaian dari dalam mesin cuci di tempat usahanya, RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang. 

Meskipun tempat usahanya relatif kecil dan sempit, namun Rasida bisa mempekerjakan beberapa tetangganya.

Uang hasil usaha tersebut pun dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membiayai pendidikan anak-anak.

Bahkan anak pertamanya sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Kampus ITEBA Batam. 

Yulida rekan Rasida cfkvn
Yulida, tetangga Rasida sedang menggosok pakaian konsumen di usaha LIDIA Laundry di RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang.

“Semoga berkah lah. Ada rezeki untuk hidup. Sekolah anak, biar anak tak macam kami sama bapaknya ini kelak. Kami juga bisa bantu tetangga,” ungkap pemilik LIDIA Laundry itu.

Yulida, seorang tetangganya mengaku sangat terbantu setelah bekerja di LIDIA Laundry tersebut.

Dia dan beberapa tetangga lainnya bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kerja menyetrika pakaian di tempat laundry milik Rasida itu.

“Kadang kerjain ini lah. Lumayan buat tambah beli kebutuhan dapur. Sekilo dapat upah Rp 2 ribu. Kalau sehari jumlah yang disetrika tak menentu. Kadang 10 kg, kadang lebih. Kalau setrika 15 kg, dapat upah 30 ribu kan lumayan. Buat beli beras,” cerita Yulida yang berada di samping Rasida. 

Pada saat bersamaan, tidak jauh dari LIDIA Laundry, operator PLTS, Rahmad Rido sedang sibuk menata panel Listrik serta membersihkan sampah dan rerumputan yang berada di bawah atap panel.

Rido mengenakan pakaian safety lengkap saat melakukan tugas rutinnya tersebut. 

Baca juga: Srikandi PLN Batam Lakukan Aksi Ini Cegah Stunting

“Harus dikontrol terus. Mana tahu ada atap panel yang bocor, rusak atau gosong. Jadi setiap hari kami melakukan pengecekan trafo. Karena di dalam ada komponen kelistrikan secara berkala,” ujar Rido

“Kami setiap hari ada 4 orang petugas yang mengontrol, 2 operator, 1 gardener dan 1 enginer. Kami masuk setiap pagi, mulai dari jam 8 sampai jam 5 sore,” timpal operator PLTS itu. 

PLTS di Tanjung Uma berdiri sejak tahun 2020.

PLTS itu dilengkapi dengan 272 meja panel surya.

Dalam satu bulan, PLTS itu menghasilkan 1 megawatt tegangan listrik. 

Operator PLTS Tanjung Uma Batam Kepri sdlvnk
PLTS TANJUNG UMA - Operator PLTS Tanjung Uma, Rahmad Rido sedang mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang.

Meja panel surya itu berupa bangunan mini layaknya atap berjejer di atas sebidang lahan milik PT PLN. Jejeran atap tersebut memang didesain untuk menyerap dan menampung energi surya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved