Rabu, 22 April 2026

PLTS Tanjung Uma di Batam Bangkitkan Harapan Rasida dengan Usaha Laundry

Hadirnya PLTS Tanjung Uma di Kota Batam, Provinsi Kepri membuka peluang bagi Rasida untuk membuka usaha laundry. Sudah 3 tahun ia menekuni usaha itu.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
PLTS TANJUNG UMA – Rasida, pemilik LIDIA Laundry sedang merapikan pakaian dari dalam mesin cuci di tempat usahanya, RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang. 

Bangunan seperti atap berjejer yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektare itu merupakan energi terbarukan alias PLTS milik PT PLN Batam.

Dari PLTS Tanjung Uma, PLN Batam berhasil menghimpun daya listrik sebesar 1 megawatt.

Pasokan cadangan 1 megawatt ini disalurkan ke sejumlah permukiman warga yang berada di sekitar lokasi PLTS, yakni perkampungan Pelantar Pesisir Tanjung Uma. 

Manfaat kehadiran PLTS di Tanjung Uma sungguh dinikmati oleh warga sekitar.

Rasida, pemilik LIDIA Laundry dan Yulida tetangga yang bekerja dengannya sama-sama mengakui, selama ini jarang ada pemadaman Listrik di wilayah mereka. 

Baca juga: Wujudkan Dukungan sebagai Sesama Perempuan, Srikandi PLN Batam Dukung Pengembangan UMKM Binaan

Oleh karena itu, mereka tidak mengalami kendala apa pun dalam menjalankan usaha laundry tersebut.

Pantauan TribunBatam.id, PLTS tersebut dikendalikan sejumlah petugas PLN Batam untuk pemeliharaan listrik.

Lokasi tersebut dijaga ketat oleh para petugas sekuriti dengan skema pembagian waktu kerja. 

“Tak bisa sembarangan masuk ke dalam, bahaya. Ada aliran listrik bertegangan tinggi,” ungkap petugas sekuriti di lokasi. 

Setelah mendapat izin Manajemen PT  PLN Batam, Tribun Batam pun mendapat akses untuk melihat langsung panel-panel tersebut.

Tribun Batam juga mendengar langsung penjelasan bagaimana sistem PLTS menghimpun produksi surya ke dalam penyimpanan dan selanjutnya disalurkan ke gardu yang berada di depan PLTS.

Operator PLTS Tanjung Uma Batam Rahmad Rido slvkn
BERSIHKAN PANEL - Operator PLTS Tanjung Uma, Rahmad Rido sedang membersihkan sampah dan rerumputan di bawah atap panel di Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepjulauan Riau (Kepri), Jumat (25/10/2024) siang.

Lalu dari gardu itu daya listrik didistribusikan ke rumah masyarakat. 

Humas PLN Batam, Bukti Panggabean menjelaskan, PLTS Tanjung Uma dapat memasok daya listrik sebesar 1 megawatt ke dalam sistem kelistrikan PLN Batam.

Daya listrik tersebut kemudian bisa disuplai ke 100 rumah warga. Termasuk kebutuhan listrik Puskesmas Tanjung Uma yang berada tepat di depan PLTS. 

“Jadi, sistem pendistribusiannya, daya Listrik tegangan tinggi dari panel-panel itu dihimpun lalu disimpan ke dalam medium voltage atau tegangan menengah. Kemudian dari medium voltage, daya listrik dialirkan ke gardu dan dari gardu didistribusikan ke rumah warga,” papar Bukti.

Menurut Bukti, PLN Batam sudah menerapkan energi berkelanjutan sejak tahun 2019 silam.

Sedangkan PLTS Tanjung Uma mulai dioperasikan pada tahun 2021.

Di waktu yang akan datang, PLN Batam akan terus fokus mengembangkan energi berkelanjutan dengan membangun PLTS dan menggandeng perusahaan swasta yang peduli pada green energy.

Baca juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, PLN Batam Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pantai Nongsa

Pada tahun 2028 nanti, PLN Batam akan mendapat interkoneksi dari Sumatera sebesar 300 megawatt.

Daya listrik itu berasal dari PLTS yang dibangun di daratan Sumatera.

“Targetnya pada 2060 semua sistem kelistrikan kita menggunakan green energy. Nah, pada saat itu tidak ada lagi pembangkit listrik mesin diesel dan pembangkit listrik tenaga fosil,” tegas Humas PLN Batam itu. (TribunBatam.id/Beres Lumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved