PILKADA KARIMUN

Bawaslu Karimun Terima Laporan APK Paslon Dirusak, Eko Purwandoko: Ada CCTv, Tapi Gelap

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karimun telah menerima laporan kerusakan Alat Peraga Kampanye (APK).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Anggota Bawaslu Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko saat menyampaikan sosialisasi pengawasan partisipasi beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Batam, Yeni Hartati

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karimun telah menerima laporan kerusakan Alat Peraga Kampanye (APK).

Anggota Bawaslu Karimun, Eko Purwandoko mengatakan laporan dari kasus pengrusakan APK masih bergulir dan berproses.

"Laporan pengrusakan APK yang kami terima dari tim koalisi Paslon BARA (Bakti Lubis-Raja Bakhtiar). Saat ini masih di proses," ujar Eko Purwandoko, Senin (28/10/2024).

Eko menambahkan laporan tersebut telah disertai dengan rekaman  kamera CCTv. Namun sayang rekaman tersebut cukup gelap.

"Untuk laporan harus terpenuhi unsur formil dan materil."

"Ada (bukti) CCTv, tapi gelap. Kalau terang itu bisa jadi analisa awal kita," ujarnya.

Baca juga: Jadwal Kapal Ferry Tanjung Balai Karimun Hari Senin 28 Oktober 2024

Baca juga: Baliho Paslon Firman Ery di Pilkada Karimun 2024 Dirusak Orang: Sudah Dilaporkan

Baca juga: Bawaslu Karimun Usut Enam Kasus Netralitas ASN di Pilkada 2024, Satu Direkom ke Menpan RB

Ketua Divisi Logistik Koalisi Energi Baru Karimun Maju pengusung paslon BARA, Jon Veto Yuna mengatakan ada belasan baliho Paslon BARA di Pulau Kundur yang dirusak, hingga tidak bisa terpakai lagi.

"Ada 18 baliho yang dirusak di Pulau Kundur. Kemarin kita datang ke Bawaslu melaporkan secara resmi adanya kerusakan baliho," ujar Jon Veto.

Jon Veto menyebutkan aksi perusakan terekam CCTv, ia juga membawa rekaman CCTv aksi perusakan sebagai barang bukti.

Melihat aksi tersebut, Jon Veto menilai ada dugaan oknum yang  memerintahkan pelaku melakukan perusakan.

"Perusakan terstruktur dan luar biasa, khususnya di Pulau Kundur. Kalau alam seperti angin kita maklum. Tapi ini ada rekaman CCTv," ujarnya. (yen)

TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved