Kebakaran Kantor Disdikbud Natuna
Tujuh Fakta terkait Kebakaran di Natuna yang Mehanguskan Kantor Dinas Pendidikan
Berikut fakta-fakta terkait kebakaran di Natuna hanguskan Kantor Dinas Pendidikan, Jumat (8/11) dinihari
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kebakaran di Natuna, Jumat (8/11/2024) dinihari terjadi di Kantor Dinas Pendidikan Natuna yang berada di Kecamatan Bunguran Timur.
Kebakaran hebat ini membuat layanan dan tugas-tugas pegawai yang bekerja di gedung tersebut terganggu.
Sebab kebakaran itu membuat gedung hangus terbakar, berikut barang-barang yang ada di dalamnya.
Berikut fakta-fakta terkait kebakaran Kantor Dinas Pendidikan Natuna yang dirangkum Tribunbatam.id:
1. Terjadi Dinihari
Kebakaran ini terjadi pada dinihari. Pihak pemadam kebakaran (Damkar) menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.30 WIB di hari itu.
Baca juga: Gedung Disdikbud Natuna Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Tim pemadam kebakaran bersama personel TNI masih berjibaku melakukan proses pemadaman hingga pukul 07.00 WIB.
2. Empat unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran
Tak cuma Damkar Natuna yang turun ke lokasi. Upaya pemadaman api di Kantor Disdik Natuna ini juga dilakukan personel TNI AL dan AD.
Dalam insiden ini, Damkar Natuna menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, dibantu dua unit mobil pemadam dari TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat.
3. Banyak berkas penting terbakar
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, yang tiba di lokasi setelah shalat subuh, mendapati gedung tersebut telah ludes terbakar.
Ia sangat menyayangkan kejadian ini, terutama karena banyaknya berkas penting yang tersimpan di dalam gedung.
"Saya sampai bangunan sudah hangus terbakar, dan api sudah mulai mengecil. Kejadian ini tentu sangat mengejutkan, apalagi berkas penting sangat banyak di dalam," ungkap Hendra.
4. Gedung terbakar dipasang police line
Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Natuna, Aipda David Arviad mengungkap bahwa pihaknya sudah memasang garis polisi di lokasi kebakaran kantor Disdikbud Natuna untuk mengamankan tempat kejadian.
Hal ini dilakukan agar proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dapat berjalan dengan lancar.
Sekaligus mengantisipasi agar masyarakat tidak mendekati area yang terdampak.
"Kami sudah mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Saat ini masyarakat kami imbau untuk tidak mendekat. Karena kami masih menunggu tim laboratorium forensik untuk melakukan penyelidikan mendalam," ujar Aipda David.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.