NELAYAN HILANG DI NATUNA

Hari ke-7 Hilangnya Korban Kapal Antarega 1 Serasan, Basarnas Maksimalkan Upaya Pencairan 

Korban KM Antarega 1 Nugi dan Agel warga Serasan terus dilakukan meski diadang cuaca ekstrem, hingga hari ke tujuh pencairan korban belum ditemukan

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
FOTO DOK TIM SAR NATUNA
Unit Siaga SAR Sintete, saat melakukan proses pencarian di kawasan perairan pantai Bayung Api, Sambas, Kalimantan Barat. Pencarian hari ke tujuh terus dimaksimalkan 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin

TRIBUNBATAM.id, NATUNA – Pencarian terhadap dua korban Kapal Pompong Nelayan KM Antarega 1, yang mengalami tragedi di perairan Pulau Merundung, Serasan, Kabupaten Natuna, terus dilakukan.

Memasuki hari ketujuh pencarian, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Natuna, Abdul Rahman menyatakan, bahwa operasi pencarian masih dimaksimalkan, meskipun terkendala cuaca ekstrem.  

Pihaknya, telah berkoordinasi dengan Kantor SAR Pontianak, dan fokus pencarian saat ini diarahkan ke wilayah Pantai Bayung Api, Sambas, Kalimantan Barat.

Hal ini berdasarkan analisis arah angin dan arus laut, yang diperkirakan membawa korban ke area tersebut.

Selain itu, lokasi itu menjadi tempat ditemukannya tutup fiber yang digunakan sebagai pelampung oleh kedua korban.

“Kami berupaya semaksimal mungkin di hari ketujuh ini. Basarnas Pontianak melalui unit siaga SAR Sintete terus melakukan pencarian di Sambas,” ujar Abdul Rahman kepada tribunbatam.id Minggu (12/1/2025).  

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hang Nadim Batam Minggu 12 Januari 2025, Hujan Masih Berpotensi Guyur Batam

Baca juga: Warga Terdampak Banjir di Tanjungpinang Dapat Bantuan dari Polresta

Namun, cuaca ekstrem dengan gelombang setinggi 4 meter, dan angin kencang menjadi tantangan besar dalam proses pencarian, bahkan unit SAR Serasan terkendala menuju lokasi.

"Tim kami di Serasan tetap siaga di posko, dan kami tidak bisa memaksakan dengan kondisi cuaca saat ini, karena akan mengancam keselamatan personel," katanya.

Abdul Rahman menambahkan, jika hingga hari ketujuh korban belum ditemukan, pencarian akan dihentikan sementara dan dialihkan menjadi pemantauan. 

"Hari ini kita upayakan tetap maksimal, dan akan kita kaji ulang apabila tidak ditemukan, langkah selanjutnya operasi ini akan kita ubah stastus menjadi pemantauan."

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan negara tetangga, seperti Kuching, Malaysia, untuk membantu memantau pergerakan di wilayah perairan mereka," tambahnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan jika ada informasi baru yang relevan.

"Harapan kami, korban dapat ditemukan secepatnya," tutupnya. 

Pihak Basarnas memastikan akan tetap mengupayakan yang terbaik, meski dalam kondisi cuaca yang sulit.

( tribunbatam.id/birri fikrudin )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved