Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026

NELAYAN HILANG DI NATUNA

Pencarian Nelayan Natuna Hilang Terkendala Cuaca Buruk, Suhardiman Sudah 5 Hari Tak Ada Kabar

Pencarian Suhardiman (44), nelayan Natuna yang dilaporkan hilang saat melaut terkendala cuaca buruk. Sudah lima hari ia tidak ada kabar.

Tayang:
TribunBatam/istimewa
NELAYAN DI NATUNA HILANG - Pencarian Suhardiman (44), nelayan Desa Pulau Kerdau, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang hilang usai pergi memancing. Cuaca tak menentu jadi tantangan utama Tim SAR Gabungan. Foto diambil Selasa (2/9/2025). 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Pencarian Suhardiman Pasaribu (44), seorang nelayan Desa Pulau Kerdau, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum membuahkan hasil hingga hari kelima, Selasa (2/9/2025).

Nelayan Natuna itu dilaporkan hilang usai pergi memancing di perairan setempat pada Kamis (28/8/2025) lalu. 

Pencarian melibatkan masyarakat yang dimulai sejak Jum'at siang.

Hingga kini, tanda maupun jejak keberadaan pria paruh baya tersebut belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Natuna, TNI, Polri dan masyarakat terus melakukan penyisiran laut maupun pesisir pantai.

Namun, pencarian di lapangan dihadapkan pada tantangan berat, yakni kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah.

“Sejak hari Jumat pencarian sudah dilakukan. Hanya saja, proses pencarian terhambat cuaca, hari ini kita sempat dihadapkan dengan angin kencang,” ujar Pj Kades Pulau Kerdau, Mahadi, yang turun langsung ikut proses pencarian.

Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) SAR Natuna, Budiman membenarkan hal tersebut.

Ia menyebut kondisi cuaca menjadi kendala utama tim saat melakukan pencarian.

“Untuk pencarian dari Basarnas terhitung sudah empat hari. Hasilnya masih nihil. Tidak ada tanda-tanda korban maupun barang miliknya yang ditemukan,” jelas Budiman saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi di sekitar perairan Kerdau cukup menantang, dengan gelombang yang kadang tiba-tiba tinggi disertai angin kencang.

“Perkiraan BMKG memang tinggi gelombang sekitar 0,7 sampai 1,25 meter, tapi di lapangan sering berubah drastis secara tiba-tiba. Itu yang membuat pencarian agak sulit,” tambahnya.

Meski begitu, Tim SAR tetap melakukan pencarian maksimal di titik-titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

Budiman menyebut, area pencarian saat ini sudah meluas hingga 1.780 nautical mile kuadrat.

Ia juga menegaskan, sesuai standar operasi, jika hingga hari ketujuh korban belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan sementara.

"Sesuai SOP, setelah hari ke tujuh pencarian dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," Tutupnya.

Hingga kini, pencarian nelayan sebatang kara asal Desa Pulau Kerdau itu masih terus dilakukan. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved