KASUS PERTAMAX OPLOSAN
Kasus BBM Oplosan Bikin Resah, Pengguna Pertamax di Batam Kecewa, Ini Kata Pertamina
Munculnya kasus dugaan BBM oplosan membuat sebagian warga Batam merasa kecewa. Apalagi bagi mereka pelanggan Pertamax tahunan.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Munculnya kasus dugaan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sebagian warga Batam merasa kecewa.
Mereka yang selama ini memilih Pertamax demi menjaga kualitas mesin, kini mempertanyakan apakah BBM yang mereka gunakan benar-benar sesuai standar.
"Kecewa banget lah. Niat dari awal beli Pertamax buat ngerawat motor, eh tak tahunya dioplos begini. Sama juga bohong," ujaf Iskandar, pengguna Pertamax di Batam Center, Rabu (26/2/2025).
Ia kesal selama tiga tahun terakhir motor Honda Vario miliknya selalu diisi dengan Pertamax.
Baca juga: Ramai Isu BBM Oplosan, Masih Ada Warga Karimun Tetap Isi Pertamax di SPBU: Belum Tahu
"Emang dulu disaranin katanya biar motor tetap enak dipakai, isi Pertamax saja. Ya sudah, makanya ke Pertamax terus. Lihat berita kok gini, kaget lah saya kan, jadi kesel sendiri. Dioplos barang itu, entah dikorupsi atau bagaimana," ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap memilih untuk mengisi BBM dengan Pertamax.
"Kecewa jelas lah ya. Cuma saya pilih ke Pertamax juga sudah terlanjur isi ini terus, ditambah malas antre juga di Pertalite antre panjang kan. Semoga saja cepat diselesaikan sama Pertamina," katanya.
Sementara itu pantauan di lokasi, antrean di SPBU Batam justru lebih banyak terjadi di pengisian BBM solar subsidi, dan Pertalite dibandingkan Pertamax.
Banyak warga masih memilih BBM dengan harga lebih terjangkau untuk kendaraan mereka.
Menanggapi keresahan masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan, tidak ada praktik pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax.
Perusahaan memastikan kualitas BBM yang didistribusikan tetap sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengatakan produk yang masuk ke terminal BBM sudah dalam bentuk jadi, dengan spesifikasi masing-masing.
Pertalite memiliki RON 90, sementara Pertamax memiliki RON 92.
"Proses yang dilakukan di terminal hanya sebatas injeksi warna agar mudah dibedakan dan penambahan additive untuk meningkatkan performa. Jadi, bukan pengoplosan atau mengubah RON," kata Heppy dalam siaran persnya.
Pertamina juga memastikan adanya pengawasan ketat dalam distribusi BBM.
| Ahok Semringah Diperiksa Kejagung soal Korupsi Pertamina, Ngaku Bawa Data-data Rapat |
|
|---|
| Ahok Senang Penuhi Panggilan Kejagung, Bakal Blak-blakan soal Kasus Korupsi Pertamina |
|
|---|
| Segini Kerugian Masyarakat atas Kasus Korupsi Pertamina, Imbas Pertamax Oplosan selama 2018-2023 |
|
|---|
| Ahok Bongkar Tabiat Riva Siahaan dkk Tersangka Kasus Korupsi Rp 193,7 Triliun, Siap Bantu Kejagung |
|
|---|
| Sosok Yoki Firnandi Bos Pertamina Shipping Tersangka Korupsi Rp 193,7 T, Segini Laporan Hartanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Spbu-Batam-Cebter-2602.jpg)