ANAMBAS TERIKINI

Kredit Macet Pinjaman Kopamber Anambas Meningkat

Tren pelunasan pinjaman Koperasi Pegawai Anambas Bermadah (Kopamber) mengalami kemacetan sejak beberapa tahun terakhir.

TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak
Ketua Kopamber Anambas Yohanes Maria Vianey Sawu mengungkapkan, pelunasan pinjaman anggota mengalami penurunan dari target yang ditentukan, Selasa (8/4/2025) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Tren pelunasan pinjaman Koperasi Pegawai Anambas Bermadah (Kopamber) menurun sejak beberapa tahun terakhir.

Kredit pinjaman macet anggota atau pegawai lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas ini sudah terjadi sejak tahun 2022 atau tiga tahun terakhir pasca kebijakan pelunasan mandiri.

Ketua Kopamber Anambas Yohanes Maria Vianey Sawu mengungkapkan, pelunasan pinjaman anggota mengalami penurunan dari target yang ditentukan.

"Pasca pelunasan mandiri karena adanya kebijakan BPK tidak boleh pemotongan dari bendahara, maka terjadi penurunan yang cukup banyak. Hampir dominan peminjaman anggota macet sampai Februari 2025 kemarin," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id, Selasa (8/4/2025).

Yohanes mentotalkan, dari pelunasan pinjaman yang pihaknya terima hingga Februari lalu, tak lebih dari Rp 60 juta atau di atas Rp 30 juta tagihan pinjaman anggota masuk.

Kredit pinjaman ini jauh menurun dari target koperasi yang ditentukan sebesar Rp 125 juta per bulan.

Malahan, sebut Yohanes, total aset pinjaman yang dikeluarkan untuk anggota sampai saat ini lebih kurang ada sebanyak Rp 1,5 Miliar.

"Nah dengan termin 10 bulan, paling tidak uang masuk tentu Rp 150 juta per bulannya, tapi kenyataannya gak lebih dari Rp 60 juta dan gak kurang dari Rp 30 juta," terangnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku bakal bekerja optimal dengan melakukan berbagai upaya agar kredit pinjaman tidak macet.

Salah satu upayanya, dengan telah terbitnya MoU bersama pihak perbankan maka pelunasan pinjaman koperasi anggota dapat langsung dilakukan dengan pemotongan.

"Sesuai kesepakatan rapat akhir tahun di 2023 disepakati pembayaran dilakukan melalui pemotongan. Tahun 2024 sudah MoU dengan perbankan dan tahun 2025 ini baru realisasinya di bulan Maret," ujarnya.

Setelah adanya pemotongan lansung dari gaji oleh pihak perbankan, kredit pinjaman anggota mengalami peningkatan tinggi hingga per bulan Maret mencapai Rp 300 juta.

"Di bulan Maret inilah baru diterima, pelunasannya capai Rp 300 juta. Ini sangat optimal sekali, kenaikannya signifikan dari yang sebelumnya tak lebih dari Rp 60 juta," tutur Yohanes.

Skema peminjaman Kopamber, menurutnya juga terbilang murah, mudah dan cepat.

Sejauh ini angka pinjaman yang dibutuhkan tidak dibatasi alias sesuai kebutuhan dan kemampuan anggota nantinya untuk pelunasan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved